EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Rabu (29/12) diperkirakan bergerak sideway cenderung negatif. Itu seiring sentimen Covid-19 kurang mendukung secara global. Padahal, di dalam negeri sentimen Covid-19 belum terlalu besar.
”Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG akan bergerak pada rentang support 6.580, dan resisten 6.620,” tutur Alwin Rusli, Research Analyst Reliance Sekuritas.
Menyusul gerakan IHSG itu, sejumlah saham laik koleksi antara lain TPIA, BRPT, JPFA, HRUM, ADRO, ASSA, MDKA, ACES, dan BFIN. Apalagi, IHSG kemarin membentuk higher low dengan tingkat volume meningkat. Itu menunjukkan ada potensi untuk bergerak naik. IHSG juga menembus ke atas MA 20, berarti akan terjadi rally penguatan untuk beberapa hari ke depan.
IHSG pada perdagangan kemarin menguat 0,35 persen menjadi 6.598,34. Lompatan IHSG itu, dipengaruhi apresiasi bursa Amerika Serikat (AS) Wall Street. Meski ada kekhawatiran varian omicron akan menyebar dengan cepat, namun para investor terlihat yakin dengan tingkat risiko tidak sebesar dari varian delta sebelumnya.
Kali ini, tingkat keparahan dari gejala varian Omicron tidak seberat varian-varian sebelumnya. Penguatan bursa pada perdagangan kemarin didorong oleh sektor energi 2,48 persen, sektor industri 1,74 persen, dan sektor teknologi 0,88 persen. Investor asing membukukan net buy seluruh market Rp535, 41 miliar, dengan saham-saham paling banyak dijual SMGR, PGAS, dan BBNI.
Bursa AS Wall Street bergerak mixed. Dow Jones menguat, indeks S&P 500 dan Nasdaq terkulai. Pelemahan disebabkan Apple menutup sejumlah outlet di New York karena lonjakan kasus Covid-19. Para investor juga kembali memperhatikan gangguan perjalanan akibat varian omicron kembali merebak.
Sementara dari bursa Asia, indeks Nikkei Jepang menghuni zona merah, indeks Kospi Korea Selatan tekor 0,66 persen. Pelemahan bursa-bursa Asia kurang lebih mirip seperti bursa AS, karena Covid-19 varian Omicron kembali mengganas. (*)
Related News
Bank BJB (BJBR) Jadi Sponsor Persib Lagi, Intip Kinerjanya
Tambah Porsi Direktur Ini Beli 1,4 Miliar Saham Impack Pratama (IMPC)
BBCA Sediakan Tabungan Emas di myBCA, Mulai dari 10 Ribu
Tabungan Emas Tumbuh 207 Persen, Begini Catatan BSI (BRIS) Bengkulu
Laba Semester I-2026 Rp4,3T CIMB Niaga (BNGA) Salurkan Kredit Rp247T
Komisaris dan 4 Direktur Kompak Beli Saham Bank Mestika Dharma (BBMD)





