Bursa Korsel Crash, Transaksi Distop, Anjlok Lebih 8%
:
0
Data indeks Bursa Korea Selatan ditampilkan di layar di dalam ruang transaksi Bank Hana di pusat kota Seoul, Korsel, Kamis 15 Oktober 2026. Foto: Kyodonews
EmitenNews.com - Bursa Saham Korea Selatan anjlok lebih dari delapan persen, Kamis (15/10/2026), karena produsen chip utama memperpanjang kerugian di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang keberlanjutan investasi terkait kecerdasan buatan (AI) dan kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve. Won Korea melemah terhadap dolar AS.
Setelah dibuka 5,59 persen lebih rendah, Indeks Harga Saham Komposit Korea (KOSPI) memperpanjang kerugiannya, jatuh 454,59 poin, atau 7,57 persen, untuk berakhir di 5.554,22, setelah turun hingga 5.450,81.
Kyodonews.net, memberitakan Kamis (15/10/2026) Indeks KOSPI turun untuk sesi ketujuh berturut-turut, menandai penurunan terpanjang sejak September 2024.
Aksi jual tajam mendorong Bursa Efek Korea (KRX) untuk mengaktifkan mekanisme penjualan tambahan (sidecar) tak lama setelah pasar dibuka, menangguhkan penjualan program selama lima menit karena kontrak berjangka KOSPI 200 turun lebih dari 5 persen selama setidaknya satu menit.
Saat kerugian semakin dalam, operator bursa mengaktifkan mekanisme penghentian perdagangan (circuit breaker) pada pukul 12:38 siang, menghentikan perdagangan di bursa utama selama 20 menit setelah KOSPI turun lebih dari 8 persen dari penutupan sesi sebelumnya.
Semalam, saham AS ditutup lebih rendah karena kekhawatiran baru tentang keberlanjutan pengeluaran terkait AI dan data inflasi September yang lebih tinggi dari perkiraan meredam sentimen investor.
Indeks Harga Konsumen (CPI) AS naik 0,6 persen secara bulanan pada bulan September, kenaikan bulanan tercepat sejak April, memicu kekhawatiran bahwa inflasi yang terus-menerus dapat mendorong The Fed untuk menaikkan suku bunga.
Related News
Kurangi Porsi, CGS Jual 43,7 Juta Saham Energi Mega Persada (ENRG)
Danantara, INA, Chandra Asri Bangun Industri Pertrokimia Kelas Dunia
Harga Emas Dunia Naik, Emas Antam Justru Merosot
Kospi Anjlok 7 Persen Efek Kejutan Inflasi AS dan Isu AI
Pasokan Masih Terganggu, Harga Minyak Mentah Pertahankan Kenaikan
Utilisasi Rendah, Industri Baja Minta Pengendalian Impor





