Bursa Pagi Menguat, IHSG Jauhi Dasar Level 6.000
:
0
Langit-langit di Main Hall Bursa Efek Indonesia. Foto: Aseanexchanges.
EmitenNews.com - Bursa pagi menguat pada Jumat (2/10/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjauhi dasar level psikologis 6.000 setelah anjlok 1% lebih kemarin.
Berdasarkan data RTI Business hingga pukul 09.00 WIB, IHSG menguat 19,59 poin atau 0,33% ke level 6.029,10. IHSG dibuka di level 6.018,08 dan sempat menyentuh level tertinggi 6.044,25 dengan level terendah 6.017,55.
Volume perdagangan tercatat 29,28 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 1,09 triliun dan frekuensi 64.572 kali. Sebanyak 254 saham menguat, 146 saham melemah, dan 247 saham stagnan. Kapitalisasi pasar di level Rp 10.645 triliun.
Sentimen: Wall Street tipis, Minyak & Yield Naik
Penguatan pagi ini ditopang sentimen mixed global. Kiwoom Sekuritas Indonesia dalam Morning Equity 2 Oktober 2026 mencatat Wall Street ditutup menguat tipis pada Kamis (1/10). S&P 500 naik 0,3% ke 7.670,36, ditopang rilis kinerja Micron yang di atas ekspektasi, meski pasar masih menyerap tekanan kenaikan harga minyak dan volatilitas obligasi.
Sentimen investor masih hati-hati memasuki kuartal IV. GDP riil AS kuartal II direvisi naik ke 2,2% dari 1,5%, sementara indeks harga manufaktur ISM melonjak ke 77,9. Di pasar obligasi, yield Treasury 10 tahun masih tinggi di 5,24% setelah sempat menyentuh 5,36%, dan DXY menyentuh 102, level tertinggi sejak Maret 2025.
Harga komoditas energi mendominasi. Brent naik 4,55% ke US$ 102,49 per barel dan WTI menembus US$ 93 per barel seiring meningkatnya risiko geopolitik di Timur Tengah dan laporan pengerahan kapal induk AS ketiga.
Dari domestik, indikator ekonomi menunjukkan perbaikan. PMI manufaktur kembali ekspansif ke level 52 dari 49, inflasi September 3,28% yoy masih dalam sasaran 2,5% ±1%, dan neraca dagang surplus US$ 3,5 miliar. Namun rupiah masih tertekan ke Rp 17.960 per dolar AS seiring penguatan DXY dan kenaikan yield US Treasury.
Proyeksi IHSG: Oversold, Rawan Uji Support
IHSG pada Kamis (1/10) ditutup melemah 1,02% ke 6.009,50 dengan net sell asing Rp 240,43 miliar di pasar reguler, sehingga akumulasi net sell YTD secara reguler mencapai Rp107,42 triliun. Tekanan jual terbesar di BMRI, GOTO, BBRI, MDKA, dan BBCA.
Related News
BCA Syariah Gelar JWC 2026, Total Hadiah Rp36 Juta! Ini Rinciannya
Terkoreksi, IHSG Susuri Level ini
Genjot Manufaktur, Pemerintah Siapkan BM 0% Bahan Baku Plastik
IHSG Rawan, Serok Saham CUAN, PTRO, DSSA, dan AADI
Tutup Akhir Pekan, Cermati Saham-Saham Ini
Cum Dividen 2 Emiten Hari Ini, Yield Hingga 1,7 Persen, Cek Jadwalnya!





