Buyback Saham Rp3,26 T Disetujui! GOTO Juga Rombak Direksi
:
0
Saham GOTO ketika melantai di BEI.
EmitenNews.com - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) resmi memperoleh persetujuan pemegang saham untuk melakukan pembelian kembali (buyback) saham dengan anggaran maksimal US$200 juta atau setara Rp3,26 triliun (kurs Rp16.291 per dolar AS). Restu tersebut diperoleh dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Luar Biasa (RUPST & RUPSLB) yang digelar di Jakarta, Rabu (18/6).
Manajemen GOTO menyampaikan, alokasi buyback tersebut termasuk biaya terkait dan tidak akan melebihi 10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Sebagai informasi, per 9 Mei 2025, saham treasuri GOTO tercatat sebanyak 27,79 miliar lembar saham, atau sekitar 2,33% dari modal disetor.
"Pembelian kembali (buyback) juga dapat mendukung nilai pemegang saham dengan memungkinkan penggunaan modal berlebih yang efisien," ujar Manajemen GoTo saat RUPST & RUPSLB yang digelar di Jakarta, Rabu (18/6).
Di saat yang sama, GOTO juga menyegarkan komposisi jajaran Direksi dan Komisaris. Beberapa nama baru ditunjuk, termasuk Catherine Hindra Sutjahyo yang kini menjabat sebagai Wakil Direktur Utama dan Deputi CEO, menggantikan Thomas Husted.
Sementara Hans Patuwo kini memimpin unit bisnis On-Demand Services, sembari tetap menjabat sebagai Direktur dan Chief Operating Officer Grup. Susunan direksi lainnya mencakup wajah-wajah kunci dari berbagai divisi strategis, mulai dari teknologi, keuangan, hingga legal.
Berikut adalah susunan Direksi terbaru GOTO :
Direktur Utama: Patrick Sugito Walujo
Wakil Direktur Utama: Catherine Hindra Sutjahyo
Direktur: Simon Tak Leung Ho
Direktur: Hans Patuwo
Related News
Alami Tekanan Keuangan, Adhi Karya (ADHI) Sulit Bayar Bunga Obligasi
FTSE Tendang Sejumlah Emiten Lo Kheng Hong dari Micro Cap
Dirut ITSEC Asia (CYBR) Kembali Tambah Porsi Saham, Ini Tujuannya
FTSE Russel Depak 29 Saham & Turunkan 10 Saham Indonesia dari Indeks
Emiten Grup Sinar Mas (BSDE) Turun Kasta dari Mid Cap FTSE Russell
Pasrah, ADHI Sampaikan Potensi Tunda Bayar Bunga Obligasi Lagi





