EmitenNews.com - Garudafood Putra Putri Jaya (GOOD) menggelontorkan dividen tunai tahun buku 2022 sejumlah Rp219,2 miliar. Alokasi dividen itu, setara 51,5 persen dari koleksi laba bersih tahun lalu senilai Rp425,2 miliar. So, pemegang saham akan menerima santunan dividen sebesar Rp6 per eksemplar. 


Penyaluran dividen tunai akan dilakukan pada 16 Mei 2023. Dividen itu, menyasar seluruh investor dengan nama terdaftar sebagai pemegang saham pada 4 Mei 2023. Pembagian dividen itu, telah mempertimbangkan proyeksi pertumbuhan bisnis, dan antisipasi risiko yang mungkin terjadi di masa mendatang. 


Selain itu, laba per lembar saham Garudafood juga tumbuh 0,4 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya menjadi Rp11,64 per lembar. Sepanjang 2022, Garudafood membukukan laba bersih Rp425,2 miliar. Pertumbuhan laba bersih itu, ditopang peningkatan penjualan bersih 19,4 persen menjadi Rp10,5 triliun dari edisi sama tahun sebelumnya Rp8,8 triliun.


Segmen makanan dalam kemasan berkontribusi 88,7 persen terhadap total seluruh penjualan, dan tumbuh 22,1 persen. Penjualan pasar domestik mengalami kenaikan 20,1 persen senilai Rp10,1 triliun. Sedang penjualan ekspor tumbuh 5,5 persen senilai Rp412 miliar. Garudafood juga membukukan total aset akhir 2022 sebesar Rp7,3 triliun. Total ekuitas Rp3,4 triliun, dan total liabilitas Rp3,9 triliun. 


“Kami ingin menjaga momentum pertumbuhan penjualan sepanjang 2022. Itu prestasi membanggakan sekaligus milestone di tengah tantangan keterbatasan pasokan bahan baku, harga fluktuatif, kenaikan suku bunga bank, inflasi, biaya operasional, dan biaya logistik meningkat,” tutur Hardianto Atmadja, Direktur Utama Garudafood. 


Nah, tahun ini Garudafood siap mencetak milestone berikutnya seiring fundamental perekonomian tetap terjaga. Garudafood akan memperkuat posisi pasar domestik melalui peluncuran inovasi produk baru secara berkesinambungan baik kategori snack, biskuit, minuman susu, bubuk coklat, dan keju dengan menyasar segmen bervariasi utamanya di teens - young adults untuk mengoptimalkan potensi pasar. ”Sekaligus meningkatkan penjualan ekspor dengan menggarap target market ekspor yang potensial,” tegas Hardianto.


Selain membagi dividen, rapat umum pemegang saham tahunan Garudafood juga sepakat mengangkat direktur baru, Swadheen Sharma, menggantikan Rudi Eko Hartono. Formasi terbaru dewan komisaris dan direksi Garudafood sebagai berikut. Komisaris Utama Sudhamek Agoeng Waspodo Soenjoto, Komisaris Hartono Atmadja, Komisaris Independen Dorodjatun Kuntjoro-Jakti, Komisaris Pangayoman Adi Soenjoto, Komisaris Soeharto Sunjoto, Komisaris Donald Reginald Gadsden, Komisaris Swen Neufeldt, Komisaris Independen Fitra Dewata Teramihardja, Komisaris Independen Andi Chandra.  


Direktur Utama Hardianto Atmadja, Direktur Fransiskus Johny Soegiarto, Direktur Paulus Tedjosutikno, Direktur Robert Chandrakelana Adjie, Direktur Johannes Setiadharma, dan Direktur Swadheen Sharma. Sebagai informasi tambahan, menjelang akhir 2022, Garudafood mendapat investor strategis baru yaitu Hormel Foods International Corporation (HFIC), anak usaha Hormel Foods Corporation, perusahaan makanan bermerek global masuk kelompok Fortune 500, dan terdaftar di Bursa Efek New York. (*)