EmitenNews.com - Astra International (ASII) bakal menebar dividen final Rp292 per lembar alias Rp11,71 triliun. Gelontorkan dividen itu, telah dipatenkan dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) tahun buku 2025 perseroan hari ini, Kamis, 23 April 2026. 

Sebelumnya, pada Oktober 2025, Astra telah menyalurkan dividen interim Rp98 per lembar atau Rp3,96 triliun. So, sepanjang tahun buku 2025, Astra mendistribusikan total dividen Rp390 per lembar setara Rp15,67 triliun. Dengan demikian, rasio pembayaran dividen Astra tercatat 48 persen dari laba bersih 2025 senilai Rp32,8 triliun.

Mengacu penutupan perdagangan saham Astra sesi I di level Rp6.475 per helai, berarti yield dividen Astra sekitar 6,02 persen. Dividen final akan dibayarkan pada 25 Mei 2026 dengan daftar pemegang saham alias recording date pada 6 Mei 2026.

Sekadar informasi, sepanjang tahun 2024, Astra menggelontorkan total dividen Rp406 per lembar. Itu meliputi dividen interim Rp98 per helai, dan dividen final senilai Rp308 per lembar. Laba bersih grup mencapai Rp32,8 triliun, 3 persen lebih rendah dibanding tahun 2024.

Pendapatan bersih konsolidasian grup pada 2025 sebesar Rp323,4 triliun, 2 persen lebih rendah dibanding tahun 2024. Itu terutama disebabkan penurunan kontribusi dari bisnis jasa penambangan dan pertambangan batu bara serta bisnis mobil baru. 

Namun, kondisi tersebut diimbangi kinerja positif bisnis pertambangan emas, jasa keuangan, dan sepeda motor. Sepanjang 2025, Astra melakukan berbagai inisiatif strategis sebagai berikut.

Yaitu, Toyota Motor Asia (TMA) membeli 40 persen saham Astra Digital Mobil (ADMO), bisnis mobil bekas online-to-offline OLXmobbi. Setelah transaksi, Grup tetap memiliki kontrol atas ADMO dengan kepemilikan saham 60 persen. 

Grup mengakuisisi 83,7 persen saham Mega Manunggal Property, perusahaan pengembang properti industri dan logistik. Grup kemudian meningkatkan kepemilikan menjadi 91,4 persen setelah penyelesaian penawaran tender wajib.

Lalu, Astra meningkatkan kepemilikan saham Polinasi Iddea Investama (Halodoc) dari 21 persen menjadi 31,3 persen. Selanjutnya, Astra meningkatkan kepemilikan saham Medikaloka Hermina (HEAL) dari 7,39 persen pada 2024 menjadi 20,2 persen.

Pada Januari 2026, Astra telah menuntaskan program share buyback senilai Rp2 triliun. Astra lalu melakukan program share buyback tahap kedua telah diselesaikan pada 25 Februari 2026, dengan nilai keseluruhan Rp685 miliar. 

Program-program itu, mencerminkan keyakinan manajemen terhadap prospek grup, dan kemampuan dalam menghasilkan arus kas berkelanjutan, serta mendukung pemerintah dalam menjaga stabilitas pasar modal. Pada Februari 2026, Astra menyelesaikan 100 persen akuisisi Arafura Surya Alam, perusahaan tambang emas berlokasi di Sulawesi Utara. (*)