Cek Fakta, Emiten Haji Isam (JARR) Bantah Soal Akuisisi Bayan (BYAN)
:
0
Ilustrasi Emiten Haji Isam. PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR). dok. JAR.
EmitenNews.com - Tidak ada rencana pengambilalihan 62,2% saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) oleh Haji Isam. PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR), emiten pengusaha dengan nama asli Andi Syamsuddin Arsyad itu, menanggapi rumors panas soal akuisisi BYAN. Jika transaksi dilakukan pada asumsi harga saham emiten konglomerat Dato' Low Tuck Kwong itu, nilainya mencapai Rp300 triliun.
Mengutip keterbukaan informasi BEI, Kamis (20/8/2026), Direktur Utama Jhonlin Agro, Indra Irawan menegaskan, emiten agroindustri kelapa sawit terpadu, tidak memiliki rencana mengambilalih mayoritas saham BYAN, termasuk melalui grup perseroan. Penegasan tersebut berlaku hingga tanggal penyampaian klarifikasi.
Dalam keterangannya, Indra juga menyebut, perseroan belum menerima informasi atau pemberitahuan resmi mengenai rencana akuisisi BYAN dari pemegang saham pengendali maupun ultimate beneficial owner perseroan.
"Tidak terdapat rencana untuk mengakuisisi PT Bayan Resources Tbk (BYAN), sehingga Perseroan tidak ada rencana keterbukaan informasi maupun timeline pelaksanaan akuisisi yang dapat disampaikan oleh Perseroan," katanya lagi.
Indra Irawan menyampaikan klarifikasi atas pemberitaan mengenai dugaan rencana pengambilalihan saham BYAN oleh Haji Isam, yang bergulir nyaris sepekan ini.
Selain membantah adanya rencana akuisisi, Indra juga memastikan tidak ada informasi atau fakta material lain yang belum disampaikan kepada publik yang dapat memengaruhi kelangsungan usaha maupun harga saham perseroan.
Satu hal, Indra menegaskan perseroan akan menjalankan prinsip keterbukaan apabila di kemudian hari terdapat aksi korporasi yang benar-benar telah memiliki kepastian. Jika terdapat rencana transaksi atau informasi material yang sudah bersifat pasti dan mengikat (definitive and binding), perseroan bersama pemegang saham pengendali akan menyampaikannya kepada publik sesuai ketentuan pasar modal.
Dengan demikian, hingga saat ini belum ada rencana akuisisi BYAN yang dapat dikonfirmasi oleh JARR maupun grup perseroan.
Seperti sudah ditulis, Haji Isam dikabarkan tengah membidik 62,25% saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) atau sekitar 20,79 miliar saham. Jika transaksi dilakukan pada asumsi harga saham BYAN sekitar Rp14.400 per saham, nilai akuisisi tersebut diperkirakan mencapai Rp300 triliun.
Beredarnya informasi akuisisi BYAN itu, memberikan efek domino ke saham-saham grup Jhonlin. Seperti ditulis EmitenNews, 5 dari 6 emiten milik Haji Isam kompak ARA: JARR +24,88%, ASLI +24,76%, TEBE +24,73%, PGUN +19,93%, dan PACK +9,46%.
Related News
Tambah Porsi, Enam Direktur Kini Kuasai Hampir 19 Juta Saham BRMS
Perkuat Konektivitas Udara, Garuda Kembali Layani Rute Makassar-Palu
Raih Persetujuan PMTHMETD, Begini Rencana Besar Ultra Voucher (UVCR)
Pendapatan Lautan Luas (LTLS) Rp8,2T, Laba Bersih Meningkat 63,1%
Bidik Pasar Eskpor, INAF Teliti Kratom untuk Tingkatkan Nilai Tambah
Raup USD25,09 Juta, Laba Emiten Hapsoro Terbang 113,21% di Q3 2026





