Cenderung Koreksi, IHSG Jelajahi 8.050
:
0
Petugas kebersihan menyisir teras depan area Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,04 persen menjadi 8.152. Koreksi indeks antara lain tersebab profit taking dipicu perosotan mayoritas indeks bursa Asia, dan keputusan rapat dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga tetap.
Koreksi harga komoditas emas, juga mendorong pelemahan pada saham-saham berbasis komoditas emas. Saham sektor basic material mencatat koreksi terbesar, sedang saham sektor properti membukukan penguatan terbesar.
Meski BI rate tetap, namun saham sektor properti mendapat sentimen positif dari rencana pemerintah untuk memperpanjang insentif PPN DTP sektor perumahan hingga Desember 2027. Di luar konsensus, RDG BI mempertahankan BI rate tetap pada level 4,75 persen, dengan deposit facility rate tetap 3,75 persen, dan lending facility rate tetap 5,5 persen.
Keputusan itu, sejalan inflasi masih terkendali dalam sasaran target BI, upaya menjaga kestabilan nilai tukar rupiah, dan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Sebelumnya, BI telah menurunkan BI rate total sebanyak 125 bps tahun ini menjadi 4,75 persen, merupakan level terendah sejak 2022.
Pertumbuhan kredit pada September 2025 sebesar 7,7 persen YoY, sedikit membaik dari Agustus 2025 di level 7,56 persen YoY. Secara teknikal, dalam jangka menengah-panjang, indeks masih dalam fase bullish karena di atas level MA100, dan MA200. Namun dalam jangka pendek, indeks diperkirakan menguji level MA20 sekitar 8.121.
Selain itu, ada gap down terdekat 8.117. So, sepanjang perdagangan hari ini, Kamis, 23 Oktober 2025 indeks diperkirakan bergerak sideways cenderung melemah pada kisaran 8.050-8.200. Berdasar data itu, Phintraco Sekuritas menyarankan investor mengoleksi saham PTPP, BUMI, PANI, ELSA, dan INTP. (*)
Related News
REI Nilai Tenor KPR 40 Tahun Perluas Akses Rumah bagi Pekerja Informal
Tol Pendukung Pariwisata di Jateng Triwulan I Tumbuh di Atas 15 Persen
Ikuti Indonesia, Malaysia Batasi Medsos Bagi Usia di Bawah 16 Tahun
Hingga April 2026 QRIS Digunakan 45 Juta Merchant, Mayoritas UMKM
Usai Diterpa Pengumuman FTSE, Ini Prediksi IHSG Pekan Depan
CUAN, DSSA, TPIA, WBSA, dan RLCO Ramaikan Top Losers Pekan ini





