Charlie Hospital (RSCH) Bangun Growth Driver Baru Lewat AI Healthcare
:
0
PT Charlie Hospital Semarang Tbk (Foto: Dok. RSCH)
EmitenNews.com - PT Charlie Hospital Semarang Tbk (RSCH) tengah menjajaki pengembangan bisnis healthcare berbasis artificial intelligence (AI) sebagai salah satu strategi perseroan untuk membuka sumber pertumbuhan pendapatan baru di luar bisnis rumah sakit konvensional.
Direktur Utama RSCH Junianto melihat perkembangan teknologi AI membuka peluang untuk meningkatkan efisiensi sekaligus mengembangkan layanan kesehatan yang lebih terintegrasi. Karena itu, perseroan mulai mengeksplorasi pemanfaatan AI dalam ekosistem bisnis healthcare.
"Kami melihat AI memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan di sektor healthcare. Saat ini kami masih dalam tahap penjajakan untuk melihat use case yang paling sesuai dengan bisnis perseroan dan memiliki potensi untuk menjadi sumber pertumbuhan pendapatan baru ke depan," ujar Junianto, Direktur Utama RSCH, dalam keterangan tertulis, Rabu (7/10/2026).
Pengembangan tersebut diarahkan tak hanya untuk meningkatkan efisiensi operasional rumah sakit, tetapi juga berpotensi menjadi layanan atau solusi healthcare berbasis teknologi yang memberi nilai tambah bagi pasien maupun perseroan. Ruang pengembangannya antara lain mencakup analisis data pasien, efisiensi proses administrasi, dukungan layanan medis, hingga optimalisasi operasional rumah sakit.
Buka Peluang Kerja Sama Perusahaan Teknologi Global
Untuk mempercepat pengembangan bisnis tersebut, RSCH membuka peluang bekerja sama dengan perusahaan teknologi asing. Melalui kolaborasi ini, perseroan berpeluang mengombinasikan pengalamannya di industri kesehatan dengan kapabilitas teknologi dari mitra global, sehingga pengembangan use case AI dapat berjalan lebih cepat.
"Kami ingin memastikan bahwa pengembangan AI ini bukan hanya mengikuti tren teknologi, tetapi benar-benar dapat memberikan manfaat secara bisnis dan pada akhirnya memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan perseroan," lanjut Junianto.
Meski demikian, rencana tersebut masih berada dalam tahap penjajakan. Perseroan masih mengevaluasi model bisnis, kebutuhan teknologi, serta peluang monetisasi sebelum masuk ke tahap implementasi yang lebih luas.
Secara global, pasar AI di sektor healthcare juga menunjukkan prospek pertumbuhan yang kuat. Berdasarkan riset Fortune Business Insights, nilai pasar AI di sektor kesehatan global diperkirakan mencapai US$56,01 miliar pada 2026 dan berpotensi melesat hingga US$1.033,27 miliar pada 2034, atau tumbuh dengan CAGR 43,96% sepanjang periode tersebut.
Pertumbuhan tersebut mencerminkan semakin besarnya kebutuhan terhadap efisiensi, analisis data, otomatisasi, dan digitalisasi layanan kesehatan. Tren ini turut menjadi salah satu peluang yang dilirik RSCH untuk mengembangkan sumber pertumbuhan baru.
Related News
7,99 Miliar Saham JARR Jadi Jaminan Kredit Pihak Terafiliasi ke BMRI
Jelang Pengalihan Jumbo ke Haji Isam, Dato' Low Jual Saham BYAN Rp367M
Emiten Nikel & Emiten Pasir Silika Milik Sandiaga Uno Disorot BEI
Disuspensi Cuma Sehari, BEI Buka Lagi Gembok 3 Saham
BEI Gembok Dua Saham yang Ngegas
SDPC Perpanjang Kredit BCA Rp335 Miliar, Pacu Ekspansi Distribusi





