EmitenNews.com - Nusantara Raya (CNMA) menyerap dana initial public offering (IPO) sejumlah Rp2,14 triliun. Realisasi itu berarti 98,9 persen dari raihan bersih dana penawaran umum perdana senilai Rp2,17 triliun. So, dana IPO tersisa sebesar Rp26,52 miliar atau 1,1 persen.

Serapan dana IPO tersebut mengucur pada sejumlah pos. Yaitu, untuk ekspansi senilai Rp1,32 triliun setara 61 persen. Realisasi itu, lebih rendah sekitar 4 persen dari skema awal dengan alokasi Rp1,41 triliun atau setara 65 persen.

Kemudian, pembayaran sosa pokok utang Rp500 miliar alias 23 persen. Serapan pembayaran sisa pokok utang itu, lebih tinggi sekitar 3 persen dari format awal senilai Rp434,53 miliar atau 20 persen. Dan, terakhir modal kerja terserap Rp325,9 miliar alias 15 persen sesuai skenario awal.

Di sisi lain, sisa dana IPO sebesar Rp26,52 miliar atau 1,1 persen ditempatkan pada Bank DBS Indonesia. Dana itu, dibiakkan sebagai giro dengan tingkat bunga/bagi hasil 6 persen. Per 25 Juli 2023, CNMA mengemas dana IPO kotor Rp2,25 triliun.

Dana itu, kemudian dipotong underwriting fee Rp3,53 miliar, management fee Rp28,28 miliar, selling fee Rp3,53 miliar, biaya jasa profesi penunjang pasar modal Rp26,02 miliar, biaya jasa lembaga penunjang pasar modal Rp66,7 miliar, dan biaya lain-lain Rp16,32 miliar. (*)