Cuan Melimpah dari Lahan Industri & BBM, Mana yang Bikin AKRA Kaya?
:
0
Cuan Melimpah dari Lahan Industri & BBM, Mana yang Bikin AKRA Kaya? Dok. InvestorDaily
EmitenNews.com - Performa keuangan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) hingga kuartal ketiga tahun 2026 sukses mencatatkan angka yang sangat memuaskan. Uang masuk atau total pendapatan perusahaan terbang hingga 43,63 persen menjadi Rp46,53 triliun, jauh meninggalkan pencapaian tahun lalu yang hanya berkisar di angka Rp32,17 triliun.
Kenaikan omzet ini sejalan dengan keuntungan operasional dari bisnis inti yang ikut naik 31,71 persen menjadi Rp2,7 triliun. Pada hasil akhirnya, laba bersih yang masuk ke kantong perusahaan mencapai Rp2,21 triliun, tumbuh subur 34 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan mantap di semua lini ini membuktikan bahwa perusahaan sangat piawai menjaga biaya pengeluaran di tengah kencangnya putaran roda bisnis mereka di lapangan.
Bensin Jadi Raja Pendapatan, Tapi Tanah yang Bikin Kaya
Saat kita bedah dari mana saja uang puluhan triliun itu berasal, jualan bahan bakar minyak (BBM) rupanya masih jadi urat nadi utama perusahaan. Penjualan BBM menyumbang porsi terbesar hingga Rp35,27 triliun atau meroket 45,37 persen, lalu disusul oleh dagang bahan kimia dasar sebesar Rp6,77 triliun.
Namun, bintang sesungguhnya yang bikin kantong perusahaan makin tebal kali ini adalah bisnis kawasan industri mereka. Uang masuk dari jualan tanah kawasan industri melompat ugal-ugalan hingga lebih dari tiga kali lipat, dari yang awalnya hanya Rp589,69 miliar kini tembus Rp1,98 triliun.
Jika ditambah dengan tagihan listrik dan air ke penghuni kawasan sebesar Rp731,63 miliar, segmen kawasan industri ini meraup pendapatan total Rp2,71 triliun. Fakta menariknya, meski omzet bensin jauh lebih raksasa, keuntungan operasional dari kawasan industri justru tumbuh gila-gilaan hingga 100,3 persen menjadi Rp784,90 miliar.
Sementara itu, laba operasional dari jualan bensin dan kimia tumbuh di angka 25,9 persen menjadi Rp2,15 triliun. Sisa pemasukan lainnya diisi oleh bisnis jasa logistik sebesar Rp1,13 triliun dan jualan pabrik lem sebesar Rp422,05 miliar.
Tantangan Bisnis Logistik yang Bekerja di Balik Layar
Di balik gemerlap angka triliunan, nyatanya ada dinamika unik di unit bisnis jasa logistik. Jika hanya melihat pemasukan dari pelanggan luar (sewa tangki dan transportasi), margin kotor bisnis ini memang terlihat tekor belasan miliar rupiah. Usut punya usut, pembengkakan ini murni karena besarnya potongan biaya penyusutan nilai alat pelabuhan dan sewa gudang.
Namun, divisi logistik ini sebenarnya tidak benar-benar buntung. Mereka justru bekerja keras melayani pengiriman internal untuk grup AKRA sendiri dengan nilai transaksi antar-divisi mencapai Rp433,41 miliar. Berkat kontribusi internal ini, segmen logistik pada hasil akhirnya tetap sukses menyumbang laba operasional bersih sebesar Rp344,75 miliar. Beda cerita dengan pabrik lem mereka yang memang murni berjualan ke luar dan tenang mengantongi laba operasional Rp54,89 miliar. Dari keseluruhan lini bisnisnya, perusahaan mampu menyisakan margin keuntungan kotor konsolidasi sekitar 7,76 persen.
Related News
Sukses di Singapura, Kopi & Donat Laris Manis, Omzet FORE Rp1,59 T
Saham Pengendali Digadai ke Bank, Laba Emiten Haji Isam Meroket 33%
Nihil Utang Bank, Laba UNVR Naik 25% Meski Ditagih Pajak Triliunan
Untung Miliaran dari Sewa Sekolah, Ini Rahasia Diet Biaya Ekstrem MSIE
Penjualan AXIO Tembus Rp1,36 Triliun, 66 Persennya Cuma dari 2 Klien
Sumbang 30% Sales, Microsoft Beli Lahan Industri DMAS Demi Data Center





