EmitenNews.com - Indokripto Koin Semesta (COIN) menganggurkan dana hasil initial public offering (IPO) Rp207 miliar. Dana tersebut sepanjang enam bulan terakhir mengendap pada instrumen investasi berupa deposito, dan rekening giro.

Tepatnya, perseroan menyemai Rp30 miliar pada instrumen deposito dengan tingkat bunga 5 persen per tahun berdurasi tiga bulan. Selanjutnya, membiakkan senilai Rp177,05 miliar pada rekening giro berbunga 6 persen per tahun.

Berdasar skenario, awalnya dana hasil IPO tersebut diplot 85 persen atau Rp175,99 miliar untuk modal kerja entitas usaha CFX, dan sebesar Rp31,05 miliar alias 15 persen dirancang untuk modal kerja entitas usaha ICC. Namun, sayannya, hingga kini skenario itu nihil realisasi. 

Sekadar informasi, perseroan resmi listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 9 Juli 2025. Melepas 2,20 miliar saham ke publik dengan raihan dana taktis senilai Rp220,58 miliar. Setelah dipotong biaya penawaran umum Rp13,53 miliar, perseroan mendapat hasil bersih dana IPO Rp220,58 miliar.

Sekitar 85 persen dana IPO untuk suntikan modal CFX. Rinciannya, 45 persen untuk biaya infrastruktur teknologi termasuk biaya cloud service provider, dan IT security edisi 2025-2026. Lalu, 40 persen untuk biaya provisi likuiditas bursa yaitu dana cadangan untuk provisi biaya atas penyimpanan aset kripto, dan biaya penyediaan likuiditas pasar periode 2025.

Selanjutnya, sekitar 15 persen untuk beban umum dan administrasi lainnya berhubungan operasional CFX. Namun, tidak terbatas pada biaya terkait edukasi dan literasi publik terhadap pasar Aset Kripto dan teknologi blockchain, biaya riset dan pengembangan ekosistem pasar dan produk Aset Kripto di Indonesia. (*)