EmitenNews.com - Pelayaran Nasional Ekalya (ELPI) memutuskan pembagian dividen Rp126 miliar. Alokasi dividen itu, diambil sekitar 60,24 persen dari koleksi laba bersih tahun buku 2025 senilai Rp209,19 miliar. Dengan hasil itu, para investor akan mendapat dividen Rp17 per eksemplar. 

Sepanjang tahun lalu, perseroan mengemas laba bersih Rp213,3 miliar. Merosot 15,48 persen dari episode akhir tahun sebelumnya Rp252,37 miliar. Dengan hasil tu, laba per saham dasar turun ke level Rp28,78 dari sebelumnya Rp34,05. 

Pendapatan Rp1,01 triliun, menciut 15,83 persen dari posisi sama akhir tahun sebelumnya Rp1,2 triliun. Beban pokok pendapatan Rp770,22 miliar, mengalami penyusutan dari akhir edisi 2024 senilai Rp889,19 miliar. Laba kotor terkumpul Rp23,52 miliar, mengalami perosotan dari Rp316,02 miliar. 

Selanjutnya, perseroan mendapat izin right issue 2.112.420.000 helai alias 2,11 miliar lembar. Penerbitan saham anyar itu, dibekali dengan nominal Rp100. Aksi tersebut akan dipentaskan setelah memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Right issue akan membuat saham beredar perseroan makin meluber.

Perkiraan secara garis besar penggunaan dana hasil right issue setelah dikurangi biaya emisi, akan digunakan perseroan untuk likuiditas umum, belanja modal, dan modal kerja termasuk usaha, dan kegiatan dalam diversifikasi, ekspansi, investasi, dan kegiatan penunjang. 

Nah, dua aksi korporasi itu, telah mengantoni izin pelaku pasar dalam rapat umum pemegang saham tahunan dan luar biasa pada 9 Maret 2026 lalu. Rapat berlangsung pukul 10.30-12.43 WIB di Bumi Surabaya City Resort Jalan Jenderal Basuki Rachmat, Emboog Kaliasin, Genteng, Surabaya, Jawa Timur. (*)