Danantara, INA, Chandra Asri Bangun Industri Pertrokimia Kelas Dunia
:
0
Danantara Investment Management (DIM), Indonesia Investment Authority (INA), dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (Chandra Asri Group) telah menyelesaikan transaksi investasi strategis untuk proyek Chlor Alkali–Ethylene Dichloride (CA-EDC). Foto: Danantara
EmitenNews.com - Danantara Investment Management (DIM), Indonesia Investment Authority (INA), dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (Chandra Asri Group) telah menyelesaikan transaksi investasi strategis untuk proyek petrokimia berskala dunia, Chlor Alkali–Ethylene Dichloride (CA-EDC).
Pabrik tersebut menandai langkah penting dalam penguatan kapasitas industri domestik Indonesia.
Dengan Chandra Asri Group sebagai penggerak utama proyek, fasilitas ini dirancang untuk memproduksi sekitar 400 kilotonnes per annum (KTA) soda kaustik dan 500 KTA ethylene dichloride (EDC), dua bahan kimia esensial yang digunakan dalam berbagai proses manufaktur dan industri.
Melalui peningkatan produksi dalam negeri, proyek ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan impor, menghasilkan penghematan devisa, serta meningkatkan ketersediaan bahan baku strategis bagi industri hilir, termasuk rantai industri bauksit dan alumina Indonesia, di mana permintaan soda kaustik diperkirakan akan terus meningkat.
Dalam siaran pers yang dipublikasikan oleh Bursa Efek Indonesia, Kamis (15/10/2026), kemitraan ini memadukan kapabilitas investasi DIM dan INA dengan keahlian serta pengalaman industri Chandra Asri Group untuk mendukung pengembangan proyek yang memiliki nilai strategis bagi Indonesia.
Chief Executive Officer DIM Pandu Sjahrir engatakan sejalan dengan agenda hilirisasi Indonesia, DIM berperan untuk mengarahkan modal ke sektor-sektor yang menopang ketahanan ekonomi nasional, dengan tetap menjaga disiplin komersial sebagaimana mandat yang kami miliki.
Inisiatif CA-EDC ini, kata Pandu, mencerminkan jenis investasi strategis yang dapat menghasilkan nilai jangka panjang bagi Indonesia serta memberikan dukungan terhadap industri dalam negeri, pembangunan kapabilitas lokal, penciptaan lapangan kerja berkualitas, serta peningkatan daya saing Indonesia.
“Kolaborasi ini juga mencerminkan peran Danantara sebagai katalis dalam mendorong partisipasi investor swasta pada proyek-proyek strategis nasional,” ujar Pandu.
Menurut Ketua Dewan Direktur INA Oki Ramadhana kolaborasi antara INA, DIM, dan Chandra Asri Group dalam proyek CA-EDC menyatukan modal investasi dan keahlian industri.
Oki menekankan pertimbangan investasi proyek ini bertumpu pada dua hal: peran penting soda kaustik dan EDC dalam rantai nilai industri Indonesia, serta fundamental komersial proyek yang kuat. “Seiring Indonesia terus mengembangkan industri hilir, proyek ini menjawab kebutuhan strategis, dengan potensi memperkuat pasokan dalam negeri dan mendukung pengembangan basis industri yang lebih terintegrasi,” ucapnya.
Related News
Harga Emas Dunia Naik, Emas Antam Justru Merosot
Kospi Anjlok 7 Persen Efek Kejutan Inflasi AS dan Isu AI
Pasokan Masih Terganggu, Harga Minyak Mentah Pertahankan Kenaikan
Utilisasi Rendah, Industri Baja Minta Pengendalian Impor
Lepas Saham, Modal Asing Serbu SBN dan SRBI Hingga Rp200 T
Keuangan Solid, Produsen Trafo MDI Diganjar Peringkat idA-





