EmitenNews.com - Bermula dari rumor angin, hingga kini asa menjadi orang terkaya RI seakan di atas angin. Begitu kiranya perjalanan akusisi saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) oleh Haji Isam, lewat PT Jhonlin Baratama.

Kini, H Isam lewat ‘kendaraan’ investasinya secara resmi menggenggam 30,2 persen saham BYAN. Jauh lebih tinggi dibanding kepemilikan Low Tuck Kwong di BYAN.

Meski begitu, posisi orang terkaya nomor satu di Indonesia masih dipegang oleh Low Tuck Kwong, tak lain adalah bos dari BYAN itu sendiri. Total kekayaannya mencapai USD16,4 miilar atau setara Rp293,54 triliun per 10 Oktober 2026 melansir data Forbes.

Perjalanan H Isam Caplok Saham BYAN

Kabar nego saham BYAN oleh Haji Isam mulanya muncul dalam tulisan Bloomberg pada akhir Agustus lalu. Kala itu, H Isam disebut tengah negosiasi akusisi saham BYAN sebanyak 62 persen.

Informasi negosiasi itu muncul beriringan dengan tereksposnya Haji Isam, Dato’ Low Tuck Kwong dan Norman Joesoef dari Republik Korpora Indonesia (RKI) tengah meninjau area operasional tambang BYAN di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Sabtu (15/8).

Sontak, hal itu membuat insan pasar mengaitkan hal itu dengan rencana pencaplokan BYAN oleh Haji Isam.

Meski sempat disangkal oleh manajemen BYAN, rencana akuisisi tersebut kembali tersiar usai adanya perjanjian jual beli saham bersyarat atau Conditional Share Purchase Agreement (CSPA). Dokumen dengan nilai CSPA sebanyak 10.000.000.500 saham BYAN itu diteken oleh Jhonlin Baratama bersama Low Tuck Kwong dan Elaine Low pada pertengahan September, (16/9). Kendati begitu, dalam transaksi CSPA itu tidak terungkap berapa detail nilai transaksinya.

Waktu berlalu, BYAN menginformasikan melalui keterbukaan informasi (6/10) bahwa CSPA yang mulanya ditandatangani sebanyak 10.000.000.500 saham diubah menjadi 10.084.088.370.

Sehari berselang, terpantau adanya transaksi jumbo saham BYAN pada Rabu (7/10) di pasar negosiasi. Dari data Stockbit, aksi nego itu terjadi dalam tiga kali transaksi. Pertama, transaksi nego 09:31:01 WIB sebanyak 16.666.667 saham, disusul pukul 09:38:09 WIB sebanyak 5.000.000.000 saham, dan pukul 09:39:05 WIB sebanyak 5.067.421.703 saham.