Darius Tertarik Investasi Saham Emiten Herbal (SIDO), Ini Sebabnya
EmitenNews.com - Aktor, Darius Sinathrya mengaku akan mempelajari cara berinvestasi pada instrumen investasi berisiko tinggi yakni saham terutama pada perusahaan yang dikenalnya.
Dia mengaku selama ini memilih investasi pada instrumen dengan risiko rendah seperti deposito dan emas, karena tidak memiliki waktu luang guna mememahami peluang dan risiko berinvstasi saham.
“Saya lihat bapak-bapak tetangga yang telah berinvestasi saham banyak yang menghabiskan waktu dengan menjaga kinerja portofolio sahamnya,” ungkap dia pada talk show ‘Hidup Sehat Dengan Herbal dan Investasi’ di gedung Bursa Efek Indonesia(BEI), Jumat (27/10/2023).
Namun seiring waktu, dia mulai tertarik berinvestasi pada efek bersifat ekuitas dengan terlebih dahulu mempelajarinya.
“Saya sudah bicara dengan Dona (red- istri Darus) untuk memulai investasi saham. Mungkin tahun depan, Tapi bukan trading tapi investasi. ” kata dia.
Dia bilang akan mempelajari lebih dalam terkait perusahaan yang akan menjadi sasaran investasinya, terutama saham perusahaan dengan fundamental terjaga.
“Misalnya, SIDO bisa jadi pilihan pertama,” kata dia.
Darius bilang telah mengenal PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk(IDX:SIDO) melalui produk produknya.
“Saya sudah mengkonsumsi herbal sejak kecil. Sekarang masih konsumsi sambiloto, sari kunyit dan kalau ke luar negeri pasti bawa tolak angin.” Cerita dia.
Ia menambahkan, pemilihan produk herbal itu dari cara produksi yang telah distandarisasi, bahan, dan khasiatnya.
“Saya pilih herbal karena efek samping lebih rendah ketimbang suplemen,” pungkas dia.
Related News
Perkuat Segmen B2B, Wahana Interfood Targetkan Kinerja Naik 50 Persen
Kantongi Laba Rp643M di 2025, Ini Strategi Blue Bird (BIRD) 2026
Bangkit dari Rugi, Laba Phapros (PEHA) Melenting 109 Persen di 2025
Investor Waspada! Saham KRYA Anjlok 65%, Data Pengendali Simpang Siur
Laba Emiten Jasa Konstruksi NRCA Melonjak 115 Persen Sepanjang 2025
Emiten Furnitur Chitose (CINT) Raih Lonjakan Penjualan dan Laba 2025





