Delta Giri (DGWG) Listing Besok di Harga Bawah, Tertarik?
Lantai pderdagangan saham di BEI.
EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) bakal kedatangan emiten baru pada esok Senin (13/1) yaitu PT Delta Giri Wacana Tbk. (DGWG) sebagai emiten ke 8 perusahaan tercatat tahun 2025.
PT Delta Giri Wacana Tbk. (DGWG) emiten yang bergerak di sektor industri bahan baku pestisida, perdagangan besar pupuk, dan produk agrokimia, menetapkan harga penawaran umum perdana saham (IPO) sebesar Rp230 per saham. Harga tersebut berada direntang bawah dari kisaran harga book building sebesar Rp230 hingga Rp620 per saham.
DGWG dalam IPO ini menurunkan jumlah saham yang dilepas menjadi sebanyak 882.353.000 saham dengan nilai nominal Rp100 setiap saham yang mewakili sebesar 15% dari modal yang telah ditempatkan dan disetor penuh. Sehingga dana yang diperoleh dari hasil IPO sangat minim yaitu sebesar Rp202,90 miliar
Padahal dalam prospektus sebelumnya DGWG berencana akan melepas hingga 1,67 miliar saham baru, atau 25% dari modal disetor setelah IPO, dengan rentang harga Rp420 hingga Rp620 per saham. Sehingga Target perolehan dana dari IPO mencapai Rp1,033 triliun.
DGWG menggelar penawaran umum yang dimulai pada tanggal 3 hingga 09 Januari 2025.
Bertindak sebaga penjamin pelaksana emisi BRI Danareksa Sekuritas (OD), Shinhan Sekuritas Indonesia (AH) dan Samuel Sekuritas Indonesia (IF).
Dana hasil IPO sekitar 53,2% setelah dikurangi biaya emisi, akan dialokasikan untuk pemenuhan modal kerja, khususnya pembelian bahan baku pestisida.
Bahan baku yang dimaksud mencakup paraquat 42% TC, glyphosate TC, methomyl oxime 98%, chlorpyrifos TC, dan sejumlah bahan kimia lain yang digunakan dalam produksi pestisida.
Sisanya, sebesar 46,8%, akan digunakan sebagai penyertaan modal kepada PT Fertilizer Inti Technology untuk mendukung kebutuhan modal kerja, khususnya pembelian bahan baku pembuatan pupuk. Penyertaan modal ini diharapkan dapat memperkuat posisi DGWG dalam rantai pasok agrokimia nasional.
Related News
Perkuat Segmen B2B, Wahana Interfood Targetkan Kinerja Naik 50 Persen
Kantongi Laba Rp643M di 2025, Ini Strategi Blue Bird (BIRD) 2026
Bangkit dari Rugi, Laba Phapros (PEHA) Melenting 109 Persen di 2025
Investor Waspada! Saham KRYA Anjlok 65%, Data Pengendali Simpang Siur
Laba Emiten Jasa Konstruksi NRCA Melonjak 115 Persen Sepanjang 2025
Emiten Furnitur Chitose (CINT) Raih Lonjakan Penjualan dan Laba 2025





