EmitenNews.com - PT Delta Giri Wacana Tbk (DGWG) optimis target laba bersih mencapai Rp251 miliar dapat terealisasi di tahun 2026.

Direktur Utama DGWG, David Yaory mengatakan optimisme itu didukung oleh jaringan distribusi perseroan yang menjangkau hingga 10 juta petani di Indonesia. Di saat yang sama, portofolio produk perseroan masih diproyeksikan meningkat.

DGWG atau DGW Group, saat ini memiliki jaringan distribusi yang mencakup 24 provinsi di Indonesia dengan dukungan lebih dari 21 gudang atau depo kemitraan dengan sekitar 7.000 kios untuk mengakomodasi kebutuhan produk agro input bagi sekitar 10 juta petani tersebut.

"Jadi ini sangat memberikan kita satu opportunity untuk menaikkan porsi produk kita dalam penjualan ke masing-masing petani. Sehingga inilah memberikan ruang untuk meningkatkan revenue dan profitabilitas kita ke depannya," kata David dalam public expose DGWG di Jakarta, Senin (28/9).

David juga menerangkan dari sisi produksi, DGWG memiliki sejumlah fasilitas yang mendukung kinerja usaha perseroan. Di antaranya, pabrik bahan baku dan formulasi di Serang, Banten yang memiliki kapasitas produksi mencapai 1.715 Metrik Ton (MT) per tahun. Kemudian pabrik mulsa di Serang dengan kapasitas 2.200 MT per tahun, serta pabrik pupuk NPK di Gresik Jawa Timur dengan kapasitas produksi 300.000 MT per tahun.

Bahkan, David menyampaikan, DGWG tengah membangun pabrik pupuk NPK baru di Palembang, Sumatera Selatan. Ia merinci, saat ini progresnya baru pembebasan lahan seluas 14,3 hektar. Rencananya, pabrik tersebut diproyeksikan untuk kapasitas produksi mencapai 300.000 MT per tahun.

"Pengembangan fasilitas ini merupakan bagian dari upaya perseroan meningkatkan kapasitas sekaligus memperkuat kemampuan lain kebutuhan khususnya di wilayah Sumatera sehingga DGW Group mampu meningkatkan competitive advantage-nya dari segi distribusi maupun harga Jaringan distribusi merupakan salah satu bagian penting dari model bisnis DGW Group," ujar David.

Ia juga menambahkan, DGW Group saat ini mengelola 159 merk aktif di segmen pupuk, pesticida, dan alat-alat pertanian Pada semester pertama 2026, perseron memiliki 159 active brands dengan 7 merk baru yang telah diluncurkan dan 2 merk tambahan yang direncanakan untuk diluncurkan.

"Diversifikasi produk memberikan fleksibilitas bagi perseron untuk menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasar pertanian yang terus berkembang," ujarnya.

Seiring dengan target tersebut, Direktur DGWG, Yody Suganda juga menyatakan rencana perseroan untuk menjadi perusahaan satu-satunya sebagai eskporti produk karbamasi. Hal itu ditandai dengan capaian ekspor pengiriman pertama bahan baku insektisida berbasis methomyl ke Afrika Selatan pada tahun 2025.