Dikuasai Investcorp, BABY Bakal Jadi Platform Ritel Kelas Dunia
:
0
Manajemen BABY ketika mencatatkan sahamnya di BEI.
EmitenNews.com - PT Multitrend Indo Tbk (BABY) tengah memasuki fase baru transformasi bisnis yang jauh lebih ambisius. Setelah bertahun-tahun dikenal sebagai pemain ritel produk bayi dan keluarga, emiten ini kini bersiap naik kelas menjadi platform ritel modern dengan visi regional.
Transformasi besar ini digerakkan oleh dua kekuatan besar: Investcorp, perusahaan investasi global asal Bahrain, dan Kanmo Group, operator ritel multi-merek terkemuka di Indonesia. Keduanya memperkuat konsolidasi melalui entitas baru bernama Blooming Years Pte. Ltd., yang menurut rencana akan diumumkan secara resmi di Singapura pada pertengahan November.
Menurut sumber internal, kepemilikan baru di Blooming Years menempatkan Investcorp sebagai pemegang saham mayoritas 60–70%, sementara Kanmo Group memegang 30–40% sisanya.
Sinergi ini menjadi momentum penting bagi BABY, yang tidak lagi sekadar mengandalkan lini bisnis produk bayi, tetapi bertransformasi menuju pemain ritel dan lifestyle modern berkelas internasional.
Dengan aset kelolaan lebih dari US$60 miliar, Investcorp dikenal sebagai spesialis restrukturisasi dan akselerasi pertumbuhan merek-merek besar dunia.
Portofolionya mencakup: Gucci dan Tiffany, ikon luxury global Viz Branz, produsen kopi Gold Roast City Super Group, jaringan ritel premium di Hong Kong & Taiwan.
Awal 2025, Investcorp bahkan menambah dana khusus Asia Tenggara sebesar US$100 juta, menandai optimisme tinggi pada sektor konsumer kawasan.
Di sisi lain, Kanmo Group membawa keunggulan operasional dan pemahaman mendalam soal perilaku konsumen di Indonesia. Grup ini mengelola lebih dari 340 gerai dan 50-an merek global, termasuk Mothercare, Coach, Nespresso, Havaianas, hingga Liverpool FC Store.
Kanmo juga dikenal sebagai pelopor experiential retail, termasuk membuka The Coach Restaurant & Coffee House pertama di dunia di Jakarta.
Kerja sama melalui Blooming Years memadukan dua kekuatan:
Related News
Kinerja Memburuk, Tiga Pentolan Ini Lepas Jutaan Saham BYAN
Ironi Anggota Lawas MSCI, EXCL Berbalik Rugi 286 Persen Kuartal I 2026
Bali United Ternyata Ada Sahamnya, Kodenya BOLA
Pantau Saham dengan Dividend Yield Jumbo Mei 2026, Nyampe 20 Persen
Jadi Top Losers, Saham Grup Prajogo dan Emiten Big Caps Kompak Ambruk
JAST Dukung Penguatan Layanan 112, Kunci Kolaborasi Indonesia-Korsel





