EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan bahwa pihaknya tengah memantau pergerakan saham PT Indo Acidatama Tbk (SRSN), PT Charlie Hospital Semarang Tbk (RSCH), dan PT Royalindo Investa Wijaya Tbk (INDO) karena terjadi peningkatan harga dan indikasi pola transaksi yang tidak wajar.

Pjs. Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Endra Febri Styawan dalam keterangan tertulisnya pada 30 September 2026 menuturkan bahwa pengumuman Unusual Market Activity (UMA) ini tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal.

"Sehubungan dengan terjadinya Unusual Market Activity atas saham tersebut maka perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham tersebut. Oleh karena itu para investor diharapkan untuk memperhatikan jawaban Perusahaan Tercatat atas permintaan konfirmasi Bursa," tulis BEI.

Pantauan perdagangan hingga pukul 09.54 WIB, Kamis (1/10/2026), ketiga saham berlabel UMA tersebut terpantau terkoreksi. SRSN jatuh 3,73% ke level Rp129, INDO turun 1,20% ke Rp164, dan RSCH drop 4,76% ke Rp500.

BEI mengimbau investor untuk mencermati keterbukaan informasi perusahaan, mengkaji kembali rencana aksi korporasi yang belum mendapatkan persetujuan RUPS, serta mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan keputusan investasi.

Status UMA sendiri merupakan mekanisme perlindungan investor yang diberikan Bursa ketika terjadi aktivitas perdagangan yang tidak biasa, baik dari sisi lonjakan harga, volume, maupun pola transaksi. Langkah ini bertujuan agar investor lebih berhati-hati dan tidak hanya berpatokan pada pergerakan harga semata.