Direktur Antam (ANTM) Manuver Lagi! Jual di Atas, Serok di Bawah
:
0
Dua pekerja di proyek tambang milik ANTM.
EmitenNews.com - Direktur PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM), Handi Sutanto, kembali menambah kepemilikan sahamnya di emiten pelat merah sektor pertambangan tersebut pada 10 November 2025.
Corporate Secretary ANTM, Wisnu Danandi Haryanto, pada Kamis (13/11), menyampaikan bahwa Handi membeli 1.800 lembar saham ANTM pada 10 November 2025 di harga Rp2.890 per saham.
Sebelumnya, pada 7 November 2025, Handi juga melakukan pembelian 1.700 lembar saham di harga Rp2.940 per saham.
Namun, pada 16 Oktober 2025, ia sempat menjual kepemilikan lamanya sebanyak 300 lembar saham di harga Rp3.330 per saham.
Dengan transaksi terbaru ini, kepemilikan Handi Sutanto yang berdomisili di Pulo Gebang Permai, Cakung, Jakarta Timur, meningkat menjadi 3.500 lembar saham atau 0,0000146%, dari sebelumnya 1.700 lembar saham atau 0,0000071%.
“Tujuan transaksi adalah untuk trading atau pembelian dengan kepemilikan langsung,” ujar Wisnu dalam keterangannya.
Pada perdagangan Kamis (13/11), saham ANTM naik 1,04% ke level Rp2.910 per saham. Secara bulanan, saham ini masih turun 13,9% dari posisi Rp3.370 (13 Oktober 2025).
Namun dalam enam bulan terakhir, ANTM naik 13% dari Rp2.550 (14 Mei 2025), dan secara year-to-date (YTD) telah melonjak 88,3% dibanding awal tahun di level Rp1.545 per saham.
Sebagai informasi PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) berhasil meraup laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp5,97 triliun per kuartal III/2025, melesat 171,41% secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp2,2 triliun.
Related News
PSDN Rampungkan Jual Aset Rp67 M untuk Modal Kerja hingga Bayar Gaji
Dividen Final AUTO Rp170 per Saham, Cum Date 27 April
Mandiri (BMRI) Tuai Laba Rp15,4T di Q1-2026, Kredit Tumbuh 17,4 Persen
Kontrak Baru ADHI Melonjak di Kuartal I, Porsi Swasta Cuma 2 Persen
Free Float Mini, Emiten Grup Maspion ALMI Beber Aksi Hindari Delisting
MMIX Kebut Ekspansi Bisnis, Targetkan Pendapatan Rp382 Miliar





