EmitenNews.com - PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) mengantongi persetujuan pemegang saham untuk menggelar rights issue atau Penawaran Umum Terbatas dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD).

Dalam keterbukaan informasi, manajemen ENRG menyebutkan bahwa ENRG akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 13,5 miliar saham baru dalam rangka aksi korporasi tersebut.

Dana hasil rights issue nantinya akan digunakan untuk memperkuat struktur keuangan sekaligus mendukung pengembangan bisnis Perseroan ke depan.

"Tujuan penggunaan dana hasil PMHMETD ini adalah untuk memenuhi kebutuhan belanja modal (capital expenditure) dan modal kerja Perseroan dan/atau entitas anak," tulis manajemen, dikutip Sabtu (6/6/2026).

Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan aksi korporasi tersebut, pemegang saham pengendali beserta afiliasinya juga telah menyatakan komitmennya sebagai standby buyer.

Sepanjang tahun 2025, emiten migas grup Bakrie itu berhasil mencatatkan pertumbuhan kinerja yang solid dibandingkan tahun sebelumnya.

Penjualan bersih meningkat 7% menjadi US$498,12 juta, dibandingkan US$467,42 juta pada tahun sebelumnya. Di sisi lain, EBITDA tumbuh 11% menjadi US$309,70 juta dari sebelumnya US$279,85 juta.

Sementara itu, laba bersih Perseroan meningkat lebih tinggi sebesar 21% menjadi US$91,53 juta, dibandingkan US$75,39 juta pada tahun buku 2024.

Pada perdagangan Jumat (5/6), saham ENRG ambles 10,45 persen atau turun 140 poin ke level Rp1.200.