Tambah Kepemilikan, Startel Communication Kuasai 35 Persen Saham HELI
:
0
Startel Communication, pemegang saham pengendali PT Jaya Trishindo Tbk. (HELI) telah menambah porsi kepemilikan sahamnya pada 23 Juli 2026. Setelah transaksi itu, Startel kini menguasai 35,05 persen saham Jaya Trishindo. dok. StockWatch.id.
EmitenNews.com - Startel Communication, pemegang saham pengendali PT Jaya Trishindo Tbk. (HELI) telah menambah porsi kepemilikan sahamnya pada 23 Juli 2026. Setelah transaksi itu, Startel kini menguasai 35,05 persen saham Jaya Trishindo.
Manajemen HELI dalam keterangan tertulisnya Jumat (24/7/2026) menyampaikan bahwa Startel telah membeli sebanyak 40.000.000 lembar saham di harga Rp172 per saham
"Tujuan dari transaksi adalah untuk Investasi dengan kepemilikan saham langsung," tuturnya.
Setelah transaksi tersebut maka kepemilikan saham Startel Communication di HELI menjadi 291,9 juta lembar saham, atau mencapai 35,05 persen.
Bandingkan dengan sebelumnya, Startel menguasai sebanyak 251,9 juta lembar saham, atau 30,25 persen.
Komala Tri Varia Tambah Kepemilikan Saham HELI
PT Komala Tri Varia, pemegang saham PT Jaya Trishindo Tbk. (HELI) telah menambah porsi kepemilikan sahamnya pada 23 Juli 2026. Setelah aksi korporasi itu, Komala Tri kini menguasai 25,87 persen saham Jaya Trishindo.
Manajemen HELI dalam keterangan tertulisnya Jumat (24/7/2026) menyampaikan bahwa Komala telah membeli sebanyak 44.793.600 lembar saham di harga Rp172 per saham.
"Tujuan dari transaksi adalah untuk Investasi dengan kepemilikan saham langsung," tuturnya.
Pasca transaksi maka kepemilikan saham Komala Tri di HELI menjadi 215,4 juta lembar saham, atau 25,87 persen.
Related News
BIKE Teken MoU dengan Pasar Jaya, Garap Proyek Pasar Minggu Rp1,1T
HATM Kantongi Fasilitas Kredit dari BCA, Manajemen Ungkap Tujuannya
VICI Angkat Rahayu Saraswati Jadi Wakomut, Siap Ekspansi Mancanegara
Tutup Kuartal III 2026, EMMI Kemas Pendapatan Turun-Rugi Bersih
Masih Bertahan di MSCI, Emiten Grup Bakrie Cetak Laba Turun di Q3 2026
Pendapatan CDIA Tembus USD122 Juta, EBITDA Melonjak 65 Persen





