Pendapatan CDIA Tembus USD122 Juta, EBITDA Melonjak 65 Persen
:
0
Pelabuhan milik PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA)
EmitenNews.com - PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) membukukan kinerja positif selama sembilan bulan pertama 2026, dengan pendapatan mencapai USD122 juta, meningkat 16% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Seiring pertumbuhan pendapatan, EBITDA perseroan melonjak 65% secara tahunan menjadi USD49,9 juta.
Pertumbuhan tersebut turut ditopang oleh peningkatan kontribusi aset baru serta pendapatan berulang dari bisnis infrastruktur. CDIA mampu mempertahankan marjin EBITDA di level 41%, mencerminkan kinerja operasional yang tetap terjaga di tengah ekspansi portofolio bisnis perseroan.
Manajemen CDIA dalam keterangan resmi, Kamis (29/10/2026) menjelaskan, lebih dari 90% pendapatan CDIA berasal dari kontrak, sementara pelanggan pihak ketiga menyumbang sekitar 80% dari total pendapatan. Komposisi tersebut mendukung visibilitas pendapatan sekaligus memperluas diversifikasi pelanggan Perseroan. Dari sisi profitabilitas, CDIA mencatatkan laba bersih sebesar USD32,2 juta. Namun, perbandingan laba bersih secara tahunan dipengaruhi oleh keuntungan nilai wajar yang dibukukan pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Ekspansi aset turut menjadi bagian dari pengembangan bisnis CDIA sepanjang 2026. Perseroan menambah kapasitas di sejumlah lini infrastruktur, mulai dari penyediaan air hingga kepelabuhanan dan logistik maritim, yang diharapkan memperluas skala operasional dan mendukung pertumbuhan pendapatan.
Pada Agustus 2026, CDIA meresmikan Instalasi Pengolahan Air Krenceng II di Cilegon, Banten berkapasitas 600 liter per detik. Fasilitas ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan industri dan residensial di Cilegon dan sekitarnya. Di bisnis kepelabuhanan dan penyimpanan, CDIA mulai merambah pasar penyimpanan bitumen melalui fasilitas berkapasitas 12.000 meter kubik di Merak, Banten, yang diresmikan pada Oktober 2026.
Sementara di lini logistik, perseroan memperkuat armada pengangkutan bahan kimia cair melalui penambahan kapal Boreas dan Novah, masing-masing berkapasitas 9.000 DWT, yang melayani rute Tiongkok, Thailand, dan Indonesia.
“Ke depan, CDI tetap fokus mendorong pertumbuhan laba berkelanjutan melalui peningkatan kontribusi aset baru, progres proyek menuju operasi komersial, serta basis pelanggan pihak ketiga dan pendapatan berbasis kontrak yang terdiversifikasi,” tambah Manajemen CDIA.
Realisasi investasi dan peningkatan kontribusi aset baru diharapkan dapat memperkuat basis pendapatan berulang CDIA serta menopang pertumbuhan kinerja perseroan secara berkelanjutan. Untuk mendukung ekspansi, CDIA memiliki likuiditas sebesar USD747,9 juta per 30 September 2026. Posisi tersebut memberikan ruang bagi perseroan untuk mendanai proyek pengembangan sekaligus menjaga fleksibilitas keuangan.
Related News
Masih Bertahan di MSCI, Emiten Grup Bakrie Cetak Laba Turun di Q3 2026
MSCI Depak Emiten Ini, Intip Kinerjanya di Kuartal III 2026
Saham EBT Grup Astra Lanjutkan Reli ARB
Sempat 3 Hari ARB Lalu Berlanjut ARA, Saham PTSP Berakhir Digembok
CGV (BLTZ) Catat Penurunan Laba di Q3 2026, Pendapatan Merosot 12%
Sahamnya Anjlok 90% Lebih dalam Setahun, FILM & COIN Divonis UMA BEI





