Dirut Borong 9,8 Juta Lembar, Saham AMMS Ngegas ARA
:
0
Ilustrasi: salah satu bisinis tambak ikan milik AMMS.
EmitenNews.com - PT Agung Menjangan Mas Tbk. (AMMS) menyampaikan bahwa Hartono Limmantoro selaku Direktur utama telah menambah porsi kepemiiikan sahamnya pada tanggal 19 September 2025.
Dalam keterangan tertulisnya Selasa (23/9) Hartono menyampaikan bahwa dirinya telah membeli sebanyak 9.832.600 saham AMMS di harga Rp200 per saham seniai Rp1,96 miliar.
"Tujuan transaksi adalah untuk Investasi dengan kepemilikan saham langsung,"tuturnya.
Pasca transaksi maka kepemilikan saham Hartono di AMMS bertambah menjadi 30,4 juta lembar saham setara dengan 2,47% dibandingkan sebelumnya sebanyak 20,6 juta lembar saham setara dengan 1,71%.
Sebagai informasi PT Agung Menjangan Mas Tbk. (AMMS), emiten yang bergerak di bidang jasa sarana produksi budidaya ikan air payau dan budidaya ikan, berencana perubahan pengendali dalam waktu dekat.
Direktur Utama AMMS, Hartono Limmantoro dalam keterangannya Senin (22/9), mengungkapkan bahwa perseroan menerima surat resmi dari Radiant Ruby Company Ltd (Radiant) tertanggal 22 September 2025 mengenai pengumuman negosiasi atas rencana pengambilalihan saham.
Radiant disebut berencana mengambil alih sekitar 80% saham beredar AMMS yang saat ini dimiliki oleh PT Mandara Mas Semesta dan Hartono Limmantoro.
" Jika terealisasi, aksi korporasi ini bakal menjadikan Radiant sebagai pengendali baru AMMS, sekaligus menggeser kepemilikan mayoritas yang sebelumnya dikuasai oleh pemegang saham lama," tulis Hartono.
Pada perdagangan hari ini Selasa (23/9) saham AMMS terbang hingga menyentu ARA atau naik 9,92 persen ke level Rp266 per lembar saham.
AMMS dalam sebulan terakhir naik 59,2 persen dari harga Rp152 per lembar saham. Dalam 6 bulan terbang 462 persen dari harga di FCA Rp43 pada 24 Maret 2025.
Related News
Bangun Museum Majapahit Rp145M, PTPP Ikut Lestarikan Warisan Budaya
Terus Kurangi Porsi, Sang Dirut Kini Hanya Kuasai 14,29% Saham PPRI
Ambil Alih 3 Entitas, Maybank (BNII) jadi Grup Keuangan Terintegrasi
Presdir Terjaring OTT KPK, Saham Summarecon Agung (SMRA) Tertekan
Bayar Utang, Putra Dato Tahir Jual 523 Juta Saham Bank Mayapada (MAYA)
Kolaborasi Chandra Asri-BMRI, Hadirkan Solusi Keuangan Terintegrasi





