Ditopang Penurunan Harga Minyak, Emas Stabil di Kisaran USD4.200
:
0
Emas batangan. (Foto: Magnific)
EmitenNews.com - Harga emas dunia diperdagangkan mendekati level USD4.200 per ons pada Rabu (30/9/2026) setelah mencatatkan pemulihan pada sesi sebelumnya. Penurunan harga minyak bumi memberikan penopang bagi logam mulia tersebut, meski tekanan dari lonjakan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Amerika Serikat masih terus berlanjut.
Pelemahan harga minyak bumi terjadi secara tajam terdorong oleh tanda-tanda membaiknya pasokan energi dari kawasan Timur Tengah serta aksi pelepasan cadangan minyak darurat oleh Pemerintah AS. Situasi tersebut memberikan ruang penahanan bagi koreksi harga emas di pasar komoditas global.
Di sisi lain, pergerakan harga emas tetap dibatasi oleh tingginya imbal hasil surat utang pemerintah AS, di mana imbal hasil obligasi tenor 30 tahun naik hingga menyentuh 5,62 persen, yang merupakan level tertinggi sejak Juni 2002. Laporan Trading Economics pada Rabu (30/9/2026) mencatat bahwa lonjakan imbal hasil ini didorong oleh kekhawatiran inflasi berbasis energi serta pernyataan bernada ketat (hawkish) dari pejabat Federal Reserve.
Presiden Federal Reserve New York John Williams menyatakan pada Selasa (29/9/2026) bahwa kenaikan suku bunga acuan tambahan pada akhir tahun ini mungkin tepat untuk dilakukan. Williams mencatat bahwa konflik kawasan Timur Tengah dan perluasan pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence) masih menjadi pendorong utama dari tingginya angka inflasi.
Secara kumulatif sepanjang bulan September 2026, harga emas dunia diperkirakan mencatatkan penurunan mendekati 6 persen akibat tekanan suku bunga tinggi AS.
Pergerakan harga emas dunia di kisaran USD4.200 per ons ini menjadi perhatian pelaku pasar modal dan investor komoditas di Indonesia. Fluktuasi harga emas global ini kerap memengaruhi arah pergerakan harga emas batangan domestik serta kinerja saham emiten tambang emas yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.(*)
Related News
Emas Global Mulai Stabil, Antam Naik Rp15.000 per Gram
Dolar Makin Perkasa, Rupiah Terancam Kian Tertekan
Saham AS Menguat 0,2 Persen Jelang Rilis Data Inflasi PCE
Pasokan Membaik, Harga Minyak Brent Turun ke Bawah USD103
Kejar Target PLTS 100 Gigawatt, Menko Airlangga Dorong Revisi RUPTL
Dari Energi Air ke Pasar Dunia, INALUM Perkenalkan Green Aluminium





