Divestasi Anak Usaha Tuntas, Ini Fokus Utama Bank Victoria (BVIC)
EmitenNews.com - Bank Victoria (BVIC) telah menuntaskan penjual saham Bank Victoria Syariah (BVIS) senilai Rp288 miliar. Pelepasan 288 juta saham BVIS itu, telah dilakukan pada 23 Desember 2022. Pembeli 80 persen saham BVIS tersebut yaitu Victoria Investama (VICO).
Setelah transaksi itu, 80 persen saham Bank Victoria Syariah akan dikuasai Victoria Investama. Nah, untuk kepentingan pengalihan saham itu, selanjutnya diteken akta pengambilalihan, dan/atau akta jual beli saham antara perseroan dengan Victoria Investama. ”Transaksi divestasi untuk meningkatkan permodalan perseroan,” tulis Rusli, Wakil Direktur Utama Bank Victoria.
Transaksi itu, diharap dapat mendukung bisnis utama perseroan sebagai bank umum konvensional, dan tidak perlu melakukan kegiatan usaha pengawasan atas kepemilikan saham di BVIS yang merupakan bank syariah.
Nilai transaksi itu, baru sekitar 8,87 persen dari ekuitas perseroan berdasar laporan keuangan per 31 Juli 2022. Berdasar hasil audit KAP Tjahjadi & Tamara, ekuitas perseroan senilai Rp3,24 triliun. Dengan fakta itu, transaksi tersebut tidak masuk ranah material sebagaimana POJK nomor 17/POJK.04/2020.
Kemudian, dari sisi hukum setelah transaksi, Victoria Investama akan menjadi pemegang 80 persen saham BVIS. Sisanya, 19,99 persen dipegang perseroan. Dengan begitu, perseroan tidak lagi menjadi pemegang saham pengendali atas Bank Victoria Syariah.
Data dan fakta itu, tidak berdampak negatif terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha perseroan sebagai perusahaan publik. Sebaliknya, tidak tersebut meningkatkan permodalan perseroan. (*)
Related News
Laba Naik, Pendapatan 2025 Emiten Alkes (OMED) Tembus Rp2,06 Triliun
Investasi Perdana, Bos BRMS Timbun 1,35 Juta Saham Senilai Rp1,03M
MedcoEnergi Pastikan Bayar Obligasi Rp150 Miliar, Dana Sudah Disiapkan
Garuda Indonesia (GIAA) Masih Catat Rugi di Sepanjang 2025
Ditopang Grup AMRT Cs, Laba BLOG Melaju 29,1 Persen Meski EPS Tergerus
Melonjak 36 Persen, Laba Grup Djarum (SUPR) Sentuh Rp1,32 Triliun





