EmitenNews.com - Indonesian Paradise (INPP) sepanjang 2025 boncos Rp98,59 miliar. Longsor 129,43 persen dari episode sama tahun sebelumnya dengan tabulasi laba Rp334,9 miliar. Menyusul hasil negatif itu, rugi per saham menjadi Rp8,82 dari periode sebelumnya laba Rp29,95.

Pendapatan bersih Rp1,74 triliun, melejit 33,84 persen dari posisi sama tahun sebelumnya Rp1,3 triliun. Beban pokok pendapatan Rp742,99 miliar, bengkak dari akhir tahun sebbelumnya Rp449,93 miliar. Laba kotor terkumpul Rp997,63 miliar, melonjak dari akhir tahun sebbelumnya Rp859,73 miliar.

Beban penjualan dan pemasaran Rp93,51 miliar, bengkak dari Rp84,04 miliar. Beban umum dan administrasi Rp577,11 miliar, bengkak dari Rp496,91 miliar. Beban pajak final Rp69,08 miliar, bengkak dari Rp64,01 miliar. Pendapatan operasional lainnya Rp6,18 miliar, anjlok dari Rp135,78 miliar.

Laba usaha Rp264,09 miliar, menciut dari Rp350,54 miliar. Penghasilan keuangan Rp25,08 miliar, melejit dari Rp9,22 miliar. Pendapatan dividen Rp97,91 miliar, melesat dari Rp70,96 miliar. Beban penurunan nilai atas goodwill Rp51,56 miliar dari nihil. Rugi selisih kurs Rp704 juta, susut dari Rp1,32 miliar.

Laba tahun berjalan Rp49,82 miliar, melorot dari Rp418,07 miliar. Jumlah ekuitas Rp6,73 triliun, menanjak dari Rp6,29 triliun. Total liabbilitas Rp3,44 triliun, bengkak dari akhir tahun sebelumnya Rp3,42 triliun. Jumlah aset Rp10,18 triliun, mengalami lompatan dari akhir tahun sebelumnya Rp9,71 triliun. (*)