EmitenNews.com - PP Properti (PPRO) per 31 Maret 2026 berbalik tekor Rp78,23 miliar. Drop 155 persen dari episode sama tahun lalu dengan tabulasi laba Rp141,83 miliar. Menyusul hasil itu, rugi per saham dasar menjadi Rp1,33 dari sebelumnya surplus Rp2,41. 

Pendapatan usaha Rp78,72 miliar, melonjak 21,97 persen dari posisi sama tahun 2025 senilai Rp64,54 miliar. Beban pokok penjualan Rp75,03 miliar, bengkak dari periode sama tahun sebelumnya Rp64,63 miliar. Laba kotor terkumpul Rp3,69 miliar, meroket 534 persen dari episode sama tahun lalu minus Rp85,48 juta. 

Beban usaha Rp16,23 miliar, bertambah dari Rp14,17 miliar. Beban keuangan Rp35,78 miliar, menciut dari Rp66,11 miliar. Beban cadangan kerugian penurunan nilai Rp50 juta, susut dari Rp5,52 miliar. Beban lain-lain Rp29,08 miliar, melorot dari surplus Rp224,11 miliar. Bagian rugi entitas asosiasi dan ventura bersama Rp999,84 juta, drop dari laba Rp874,43 juta. 

Beban pajak penghasilan final Rp2,12 miliar, bengkak dari Rp1,65 miliar. Rugi bersih periode berjalan Rp80,78 miliar, longsor dari untung Rp137,17 miliar. Jumlah ekuitas Rp6,06 triliun, turun dari Rp6,14 triliun. Defisit Rp7,84 triliun, bertambah dari Rp7,76 triliun. Total liabilitas Rp4,51 triliun, turun dari Rp4,52 triliun. Jumlah aset Rp10,58 triliun, susut dari Rp10,67 triliun. (*)