DSSA Eksekusi Transaksi Jumbo, Telisik Tujuan Strategisnya
:
0
Pengurus DSSA kala menjelaskan infrastruktur digital milik perseroan. FOTO - Dok DSSA
EmitenNews.com - Dian Swastatika (DSSA) mengeksekusi transaksi Rp4 triliun. Transaksi itu, melibatkan DSST Mas Gemilang (DSST), Infinity Investama (IFI), Prima Mas Abadi (PMA), dan Sinarmas Sukses Sejahtera (SSS). Transaksi itu, telah ditahbiskan pada 29 Juni 2026.
Tepatnya, melalui DSST dan SSS, DSSA memborong 11,19 miliar saham Bali Media Telekomunikasi (BMT) dari IFI, dan PMA. Saham sebanyak itu, dicaplok dengan nilai USD238,35 juta alias Rp4 triliun. Transaksi tersebut dilakukan dengan tujuan sebagai berikut.
Yaitu, sebagai langkah strategis untuk memperkuat fondasi bisnis, memperluas kapabilitas operasional dan teknologi, dan mempercepat integrasi ekosistem digital untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang. Melalui transaksi itu, DSSA berharap dapat meningkatkan sinergi antarunit bisnis, meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya.
Kemudian, memperluas cakupan layanan solusi digital terintegrasi, memperkuat posisi, dan daya saing perseroan dalam mengantisipasi perkembangan industri, memanfaatkan peluang pasar, dan menjawab kebutuhan transformasi digital makin kompleks di masa depan.
Transaksi dilatari oleh pertumbuhan pesat ekonomi digital, peningkatan penetrasi internet, dan akselerasi transformasi digital berbagai industri telah mendorong kebutuhan makin besar terhadap infrastruktur digital, dan teknologi telekomunikasi andal, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Dalam perkembangan industri digital makin dinamis, penciptaan nilai tidak lagi bergantung pada kemampuan menyediakan layanan secara terpisah, melainkan pada kemampuan mengintegrasikan berbagai kapabilitas dalam suatu ekosistem digital terpadu yang mampu memberikan solusi menyeluruh bagi pelanggan.
Saat ini, DSSA menjalankan bisnis infrastruktur digital dan teknologi mencakup, antara lain, layanan internet, pusat data, dan solusi digital. Untuk memperkuat posisi bisnis, dan membangun ekosistem layanan digital memiliki daya saing jangka panjang, DSSA secara konsisten melaksanakan berbagai inisiatif strategis melalui optimalisasi portofolio aset, penguatan struktur bisnis, peningkatan kapabilitas digital, dan pengembangan kolaborasi strategis.
Sebagai bagian dari pelaksanaan strategi itu, dan untuk mendukung pencapaian visi sebagai penyedia solusi digital terintegrasi Indonesia, DSSA, melalui DSST dan SSS, melaksanakan transaksi pada 29 Juni 2026. Transaksi itu, langkah strategis memperkuat struktur bisnis, memperluas cakupan kapabilitas bisnis, dan mempercepat integrasi ekosistem infrastruktur digital, dan teknologi melalui integritas aset, jaringan, teknologi, dan kompetensi saling melengkapi.
Melalui transaksi itu, DSSA secara tidak langsung memperluas rantai nilai bisnis dengan memperkuat pengembangan solusi antarperusahaan berbasis internet untuk segala, dan solusi digital terintegrasi bagi berbagai segmen korporasi, UMKM, dan industri. Dengan cakupan layanan makin lengkap, DSSA dapat memiliki kemampuan lebih kuat dalam menyediakan solusi digital terpadu. Mulai konektivitas dan infrastruktur digital hingga layanan teknologi bernilai tambah yang mendukung kebutuhan transformasi digital pelanggan.
DSSA meyakini transaksi ini efektif dalam mempercepat realisasi strategi pertumbuhan jangka panjang. Transaksi itu, juga memungkinkan integrasi bisnis, pengembangan layanan, dan pemanfaatan sumber daya dilakukan secara lebih optimal. Dibandingkan transaksi serupa melibatkan pihak eksternal, transaksi itu memberi tingkat kesiapan implementasi lebih tinggi, sehingga mendukung pelaksanaan strategi lebih cepat, dan terukur. (*)
Related News
Catat Laba Meningkat, DEWI Fokus Ekspansi dan Tak Bagi Dividen
GPRA Bidik Pertumbuhan Kinerja Hingga 10 Persen
Komitmen, GPRA Bagi Dividen 5,09 Persen Laba
DEWA Jadwal Dividen Perdana, Cum Date 7 Juli 2026
Hapsoro Absen, ini Jadwal Right Issue SINI Rp3,6 Triliun
WIFI Tabur Dividen Rp10,16 Miliar, ini Jadwalnya





