Dua Saham Ngebut Disorot BEI, Satunya Mau Ganti Pengendali
:
0
Ilustrasi aktivitas transaksi di pasar perdagangan efek.
EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumuman atas aktivitas pasar tidak biasa (Unusual Market Activity/UMA), pada saham PT Minahasa Membangun Hebat Tbk. (HBAT) dan PT Aviana Sinar Abadi Tbk. (IRSX).
Dalam pantauan seminggu terakhir, saham HBAT pada Kamis (31/7) telah melonjak 43,84% di level RP105 dari sebelumnya Rp73, selama setahun terakhir saham ini bangkit dari Rp26 perak dan kini menjadi Rp105 dengan torehan 303,85%.
Sedangkan, saham IRSX seminggu terakhir bergerak naik 42,31% di Rp74 bangkit dari papan gocap Rp52 perak per lembar. Kinerjanya setahun terakhir sangat moncer dengan kenaikan 722,22% dari Rp7 perak menjadi selevel Rp74.
Seperti diketahui, PT Aviana Sinar Abadi Tbk. (IRSX), emiten teknologi digital yang tercatat di Bursa Efek Indonesia, bakal mengalami pergantian kendali saham dalam waktu dekat. PT Matra Tri Abadi (MTA), perusahaan yang bergerak di sektor perdagangan besar, resmi menyatakan akan mengambil alih mayoritas saham IRSX dari dua pemegang lama: PT MDI Ventures dan PT Harapan Ruang Investindo (HRI).
Dalam keterangan resmi yang dikutip Minggu (27/7), Corporate Secretary IRSX, Fajar Indrayanto, menjelaskan bahwa MTA akan mengakuisisi 1,08 miliar saham milik MDI Ventures (setara 21,60%) dan 960 juta saham milik HRI (19,20%). Totalnya, MTA akan menggenggam 40,80% saham IRSX dan otomatis menjadi pemegang saham pengendali baru.
Pasca-terbit pengumuman UMA, saham HBAT naik sebesar 8,57% di Rp107. Sementara itu, saham IRSX yang terdampak FCA (Full-Call Auction ) atau papan pemantauan khusus itu naik mentereng di harga ARA atau Auto-Rejection Atas sebesar 9,46% di Rp81.
“Pengumuman UMA ini tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal,” ujar Yulianto Aji Sadono, Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI dalam keterangannya, Kamis (31/7).
Related News
Dua Anggota Keluarga Tanoesoedibjo Tinggalkan Kursi Komisaris BHIT
BUMI Ungkap Nasib Tambang Emas, Begini Lengkapnya
PRDL IPO dengan Valuasi Kompetitif, Fokus Ekspansi Alat Diagnostik
IPO Grup Djarum (BACH) di Rp442/Saham, Mundur Sehari & Tambah UW Baru
Pacu Ekspansi Regional, MAPA Akuisisi Sports Direct Malaysia Rp2,5T
24 dari 37 Saham Ini Lanjut Disuspensi BEI, Imbas Ekuitas Negatif





