Dukung Sektor Maritim, Askrindo Cover Kapal Anak Usaha PLN

Ilustrasi PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo). dok. Bisnis.
EmitenNews.com - PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) memperkuat komitmennya dalam mendukung sektor maritim Indonesia. Askrindo menjamin kapal-kapal milik PT Pelayaran Bahtera Adhiguna, anak perusahaan dari PT PLN (Persero), melalui produk asuransi Marine Hull. PT Pelayaran Bahtera Adhiguna merupakan perusahaan pelayaran nasional yang bergerak pada jasa angkutan laut di Indonesia.
Bisnis utama PT PBA adalah fokus moda transportasi batu bara untuk pengamanan pasokan batu bara ke PLTU milik PLN, anak perusahaan PLN & Perusahaan Listrik Swasta (IPP). Askrindo terus berinovasi untuk menyediakan solusi perlindungan yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Asuransi Marine Hull dari Askrindo dirancang khusus untuk memberikan perlindungan optimal terhadap kapal dan peralatan pendukungnya dari berbagai risiko yang mungkin terjadi selama operasional di laut. Penjaminan ini mencakup kerusakan fisik akibat kecelakaan, kebakaran, ledakan, serta risiko-risiko lain yang dapat mempengaruhi kinerja operasional kapal.
Dalam keterangannya Selasa (13/8/2024), Direktur Utama Askrindo, Fankar Umran, menekankan pentingnya perlindungan yang komprehensif bagi para pelaku industri maritim. Perseroan memahami tantangan yang dihadapi oleh perusahaan-perusahaan maritim di Indonesia.
“Dengan produk asuransi Marine Hull kami, Askrindo siap memberikan perlindungan yang menyeluruh dan terbaik untuk memastikan kelangsungan operasional dan keselamatan aset maritim,” ungkapnya.
PT Askrindo dan PT Pelayaran Bahtera Adhiguna, sebagai bagian dari ekosistem BUMN, menunjukkan bagaimana kolaborasi strategis dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi industri maritim dan perekonomian nasional. ***
Related News

Mau Bebas Sanksi? Lapor SPT Pajak Hingga 11 April 2025

UMKM BRI Bawa Minyak Telon Lokal Tembus Pasar Internasional

Indonesia Siapkan Langkah Strategis Respons Tarif Resiprokal AS

PTPP Hadirkan Inovasi dan Keunikan Pembangunan Terowongan di Samarinda

Balas Indonesia dengan Tarif Impor 32 Persen, Ini Alasan Trump

Hadapi Aksi Trump, Ekonom Ini Sarankan RI Evaluasi Kebijakan Dagang