EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan bahwa telah menghentikan sementara perdagangan saham PT Indointernet Tbk (EDGE) dan membuka perdagangan saham DCII pada tanggal 26 Februari 2025.

BEI dalam pengumuman pada 25 Februari 2025 disebutkan bahwa Sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan , maka BEI melakukan penghentian sementara perdagangan saham EDGE pada tanggal 26 Februari 2025. Hal itu dalam rangka cooling down sebagai bentuk perlindungan bagi Investor, tulis BEI.

Sementara BEI mengumumkan saham DCII dibuka kembali perdagangannya di Pasar Reguler dan Pasar Tunai mulai Sesi I hari ini, Rabu (26/2). 

Pada perdagangan hari ini Rabu (26/2) pasca pembukaan suspensi saham DCII melambung lagi naik Rp19.350 per saham atau menguat 20 % sehingga menyentuh Auto rejection atas (ARA) senilai Rp116.125 per saham.

Sebelumnya saham DCII menyentuh auto rejection atas (ARA) 4 hari berturut-turut.  

Saham emiten data center itu melesat 19,97% ke level Rp56.025 pada 19 Februari 2025, kemudian naik 19,99% ke level Rp67.225 per saham 20 Februari 2025. Lalu naik lagi 19,99% ke level Rp80.650 pada 21 Februari 2025. 

Saham emiten milik Otto Toto Sugiri ini  sudah melonjak 129,86% dari posisi Rp42.100 per saham pada akhir 2024 atau  melonjak  22.941,66% dari harga IPO di level harga Rp420.

Saham DCII Rp116.125 per saham merupakan level tertinggi atau all time high (ATH) sejak listing di BEI pada 6 Januari 2021. Sejalan dengan kenaikan harga itu, saham DCII menjadi saham dengan harga pasar tertinggi di Bursa Efek Indonesia.