EmitenNews.com - Badan Pangan Nasional (Bapanas) memperluas ekspansi jaringan Kios Pangan secara masif di 34 provinsi sebagai instrumen strategis untuk mengontrol gejolak harga. Langkah intervensi pasar ini dilakukan melalui pemotongan rantai pasok guna menjaga stabilitas ekonomi dan memperluas akses masyarakat terhadap pangan pokok.

Hingga akhir 2025, jaringan distribusi komoditas ini telah mencapai 1.737 unit. Memasuki tahun 2026, pengembangan terus ditingkatkan demi mengendalikan inflasi pangan di berbagai daerah dan memberikan kepastian pasokan langsung ke tingkat konsumen.

Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas, Maino Dwi Hartono, menegaskan bahwa jaringan ini merupakan terobosan bersama para pemangku kepentingan untuk menghadirkan bahan pangan pokok dengan harga wajar.

"Pemerintah bersama pelaku usaha pangan hadir langsung di tengah masyarakat untuk memastikan kebutuhan pangan tersedia dengan harga yang wajar. Karena itu masyarakat tidak perlu khawatir ataupun panik akibat isu-isu di media sosial terkait kenaikan harga pangan. Kios Pangan menjadi salah satu upaya nyata untuk memperpendek rantai distribusi sehingga masyarakat dapat memperoleh pangan dengan harga yang lebih terjangkau," ujar Maino pada Rabu (10/6/2026).

Secara teknis, implementasi program ini mengacu pada penyediaan komoditas strategis sesuai ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET). Salah satunya diterapkan melalui Kios Pangan di Kelurahan Cipayung, Kota Depok, yang menyediakan beras, minyak goreng, gula, tepung terigu, telur, daging ayam, daging sapi, hingga sayuran.

Indikator tingginya permintaan pasar terlihat nyata pada pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kecamatan Cilodong pada 8 Juli 2026 dan Kecamatan Madang pada 9 Juli 2026. Dalam operasi pasar tersebut, seluruh pasokan komoditas yang dibawa oleh Kios Pangan Cipayung habis terjual diserbu masyarakat.

Bapanas mencatat tingginya antusiasme tersebut membuat seluruh stok komoditas ludes tanpa sisa selama kegiatan berlangsung. Performa ini membuktikan ekspansi Kios Pangan berfungsi efektif sebagai kanal penyeimbang harga komoditas strategis nasional yang dipercaya oleh publik.(*)