Hyundai Pangkas Biaya Suku Cadang Demi Hadapi Tesla-BYD
:
0
Hyundai Motor Group tengah mendorong rencana untuk menurunkan biaya suku cadang kendaraan siap pakai dan produk robot.(Ilustrasi: Gemini AI)
EmitenNews.com - Hyundai Motor Group tengah mendorong rencana untuk menurunkan biaya suku cadang kendaraan siap pakai dan produk robot. Berdasarkan laporan dari Maeil Business Newspaper pada Jumat, 10 Juli 2026, langkah strategis ini diambil guna meningkatkan daya saing harga di tengah ekspansi pasar global yang masif dari kompetitor utama, seperti Tesla dari Amerika Serikat dan BYD asal China.
Tekanan terhadap pasar terus meningkat seiring penetrasi kendaraan listrik China yang agresif serta restrukturisasi otomotif Jerman. BYD kini memperluas serangan pasarnya ke Asia Tenggara, India, dan Korea Selatan. Sementara itu, Tesla mulai mengikis pangsa pasar global melalui produksi massal Model Y dari pabriknya di Shanghai, China.
Menanggapi situasi tersebut, produsen mobil asal Korea Selatan ini juga mempertimbangkan untuk memperluas jaringan pemasok komponen lamanya hingga ke China dan negara lainnya.
Menurut laporan Maeil Business Newspaper yang mengutip Profesor Otomotif Masa Depan dari Daedeok University, Lee Ho-geun, peningkatan penggunaan robot dalam proses produksi serta pengalihan pemasok suku cadang ke China sangat diperlukan untuk memperbaiki struktur biaya perusahaan.
Di sisi lain, Hyundai Motor dan afiliasinya, Kia, memiliki keunggulan kuat pada segmen kendaraan hibrida (hybrid) dan hidrogen, yang saat ini mencatat permintaan tinggi di tengah perlambatan pasar mobil listrik dunia.
Tahun lalu, penjualan mobil hibrida global milik Hyundai mencatatkan rekor tertinggi dengan kontribusi sebesar 16,3 persen dari total penjualan. Berdasarkan data SNE Research, pangsa pasar global Hyundai untuk kendaraan hidrogen melonjak tajam menjadi 67,3 persen pada kuartal pertama tahun ini, naik drastis dari angka 34,9 persen pada tahun lalu berkat dampak positif peluncuran model Nexo terbaru.
Profesor Departemen Otomotif Masa Depan dari Daelim University, Kim Pil-soo, menyampaikan kepada Maeil Business Newspaper bahwa Hyundai dan Kia menunjukkan performa yang baik dalam merespons masa depan, seperti pengembangan humanoid dan mobil hibrida. Namun, ruang gerak kedua perusahaan tersebut kini semakin menyempit akibat ofensif dari produsen mobil China.
Sebagai bagian dari upaya efisiensi operasional, Hyundai kini mempercepat proses otomatisasi melalui anak perusahaan robotika serta mempercepat pengembangan kendaraan berbasis perangkat lunak atau Software-Oriented Vehicle (SDV) melalui kemitraan strategis dengan perusahaan teknologi global seperti Nvidia.(*)
Related News
Ekspansi Kios Pangan 34 Provinsi Tekan Gejolak Inflasi
3 Lembaga dengan 1 Sinyal: Panduan Membaca Tekanan Bulan Juni -Juli
PRDL dan RANS Ditutup ARA Usai Melantai, Empat Lainnya Justru Melemah
IHSG Akhir Pekan Bertahan di Zona Hijau, PGEO-PGAS Pimpin Reli LQ45
Yulie Sekuritas Lepas Saham MTLA, Tinggal 6 Persen
Inovasi Layanan Digital, Bank Raya Kembali Raih Penghargaan ini





