Ekspor Produk Perikanan JPFA Tumbuh Hingga 30,5 Persen, Segini Nilainya
EmitenNews.com - Ditopang pasar luar negeri yang meningkat, tahun lalu ekspor produk perikanan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) mengalami peningkatan signifikan. Perseroan pun terus berupaya memperluas pasar ekspornya.
Adapun, melalui anak usahanya PT Suri Tani Pemuka (STP), JPFA membukukan ekspor produk perikanan senilai Rp524,6 miliar pada 2021. Realisasi itu naik 30,5 persen dibandingkan nilai ekspor produk perikanan ada 2020. Produk seperti olahan tilapia, udang, dan sidat dikirimkan ke berbagai negara seperti Amerika Serikat, Kanada, serta beberapa negara di kawasan Asia (Jepang, Taiwan, Malaysia, Thailand, Filipina, Brunei, Singapura) dan Eropa (Italia).
Melalui potensi pasar yang masih luas, STP disebut akan meningkatkan kuantitas produksi untuk memenuhi permintaan domestik dan global.
Menurut Direktur Utama STP, Ardi Budiono, peningkatan ekspor memang sejalan dengan rencana strategis perseroan dalam memperluas pasar. "Ekspor ini juga merupakan salah satu bentuk dukungan STP terhadap pemerintah dalam mendongkrak pendapatan negara melalui akselerasi volume ekspor nasional, terutama dalam bidang budidaya perikanan," jelasnya melalui keterangan resmi, Rabu (2/2).
Sementara Head of Tilapia Operations & Seafood Further Processed, JPFA, Jenny Budiati menambahkan perseroan berkomitmen menjaga kualitas mutu produk budidaya perikanan. Adapun, proses produksi dijalankan dengan bertanggung jawab dan berkelanjutan. Bahan baku dipilih secara ketat agar dapat menghasilkan produk perikanan berkualitas tinggi. "Sebagai contoh, karena kualitasnya, salah satu produk budidaya perikanan STP, yakni tilapia yang dibudidaya langsung di Danau Toba telah menjadi salah satu primadona produk perikanan yang sangat diminati di pasar Internasional," jelasnya.
STP pun optimistis kualitas mutu produknya akan terus diterima oleh konsumen global. Hal itu juga didukung oleh sertifikasi global yang sudah dikantongi perseroan seperti Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP), Good Manufacturing Practices (GMP), Best Aquaculture Practice (BAP), Aquaculture Stewardship Council (ASC), The British Retail Consortium (BRC) dan Kosher.
Related News
Perkuat Segmen B2B, Wahana Interfood Targetkan Kinerja Naik 50 Persen
Kantongi Laba Rp643M di 2025, Ini Strategi Blue Bird (BIRD) 2026
Bangkit dari Rugi, Laba Phapros (PEHA) Melenting 109 Persen di 2025
Investor Waspada! Saham KRYA Anjlok 65%, Data Pengendali Simpang Siur
Laba Emiten Jasa Konstruksi NRCA Melonjak 115 Persen Sepanjang 2025
Emiten Furnitur Chitose (CINT) Raih Lonjakan Penjualan dan Laba 2025





