Emas Global dan Antam Tertekan Penguatan Dolar AS
:
0
Emas Aneka Tambang (Antam)
EmitenNews.com - Harga emas dunia dan emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kompak mengalami penurunan pada perdagangan Jumat (2/10). Pelemahan harga logam mulia ini tertekan oleh penguatan mata uang dolar AS serta tingginya imbal hasil obligasi pemerintah AS di tengah kenaikan harga minyak global.
Berdasarkan laporan Trading Economics pada Jumat (2/10), harga emas dunia terkoreksi ke level sekitar USD4.150 per ons dan menuju penurunan mingguan kedua berturut-turut.
Sementara di dalam negeri, data logammulia.com mencatat harga emas Antam turun Rp5.000 menjadi Rp2.576.000 per gram dari posisi Kamis (1/10) sebesar Rp2.581.000 per gram.
Berdasarkan pricelist logammulia.com pada Jumat (2/10), harga buyback emas Antam juga mengalami penurunan sebesar Rp5.000 ke level Rp2.386.000 per gram dibandingkan hari sebelumnya yang tercatat Rp2.391.000 per gram.
Penurunan harga emas domestik ini sejalan dengan dinamika pasar komoditas global yang dibayangi oleh ekspektasi kebijakan moneter The Fed.
Tekanan terhadap harga emas terjadi di tengah kenaikan harga minyak akibat rencana AS mempertimbangkan pengerahan kapal induk tambahan dan 10.000 tentara ke Timur Tengah.
Langkah tersebut meningkatkan risiko gangguan pasokan energi regional dan memicu kekhawatiran inflasi. Di sisi lain, pasar memproyeksikan probabilitas sebesar 75 persen bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga acuan tetap pada bulan ini.
Kombinasi penurunan harga emas spot dunia dan emas Antam ini menjadi perhatian pelaku pasar di Indonesia, khususnya dalam merespons ketidakpastian geopolitik global serta penyesuaian nilai portofolio investasi berbasis logam mulia.
Berikut rincian emas Antam hari ini:
Pecahan 1 gram Rp2.576.000
Pecahan 5 gram Rp12.655.000
Pecahan 10 gram Rp25.255.000
Pecahan 25 gram Rp63.012.000
Pecahan 50 gram Rp125.945.000
Pecahan 100 gram Rp251.812.000
Pecahan 250 gram Rp629.265.000
Pecahan 500 gram Rp1.258.320.000
Pecahan 1.000 gram Rp2.516.600.000.(*)
Related News
Badai Yield AS Seret Bursa Asia, Pasar RI Pasang Kuda-kuda
Etihad Airways Terseret Skandal Rp34 Triliun Manchester City
Emas dan Perak Anjlok, Yield Ancam Pasar Komoditas
Kenaikan Minyak dan Inflasi Tokyo Gembosi Nikkei, Pasar Asia Waspada
Potensi Pasarnya USD118 Miliar, RI Genjot Rantai Pasok Hulu Bambu
Saham AS Datar, Pasar Wait and See Data Kerja dan Timur Tengah





