EMAS Suntik Anak Usaha USD175 Juta, Puasa Dividen, dan Defisit Bengkak
:
0
kondisi tambang Merdeka Gold Resources. DOK - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Merdeka Gold (EMAS) menginjeksi Pani Bersama Tambang (PBT) USD175 juta. Pinjaman lunak itu, akan digunakan oleh PBT untuk sejumlah kebutuhan termasuk keperluan pengeluaran modal, operasional, modal kerja dan lain-lain. Perjanjian tersebut telah diteken pada 12 Mei 2026.
Dana pinjaman itu, dikenakan tingkat bunga sebesar term SOFR 3 bulanan ditambah marjin 3 persen per tahun. Waktu jatuh tempo pijaman itu, berdasar perjanjian tersebut sampai 31 Agustus 2029. Pinjaman itu, tanpa disertai jaminan dari PBT.
Berdasar perjanjian, PBT wajib memastikan tidak akan melakukan hal-hal dilarang berdasar perjanjian. Di mana, antara lain, namun tidak terbatas pada, mengalihkan atau memindahkan seluruh atau sebagian dari hak dan kewajiban berdasar perjanjian tersebut tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari perseroan.
Termasuk menggunakan dana yang diterima dari perseroan berdasar perjanjian untuk keperluan di luar peruntukan sebagaimana telah dirincikan, serta keperluan lain terkait dengan kegiatan pencucian uang. Selanjutnya, nilai transaksi itu setara 45,94 persen dari ekuitas perseroan.
Menyusul pinjaman itu, perseroan dapat memberi dukungan pendanaan untuk keperluan PBT. Dukungan dana itu, dapat memberi manfaat, kontribusi jangka panjang secara konsolidasi, dan lebih efisien karena transaksi dilakukan dengan anak usaha perseroan.
Puasa Dividen
Di sisi lain, EMAS memutuskan tidak menebar dividen tahun buku 2025. Termasuk tidak melakukan penyisihan dana cadangan. Tindakan itu dilakukan karena saldo laba masih negatif. Kebijakan tersebut telah diputuskan dalam rapat umum pemegang saham tahunan pada 22 April 2026.
Ya, sepanjang tahun lalu, EMAS tekor USD27,33 juta, bengkak 116,62 persen dari periode sama 2024 tekor USD12,69 juta. Pendapatan USD131,96 ribu, anjlok dari akhir tahun sebelumnya USD1,75 juta. Beban pokok pendapatan USD277,95 ribu, ciut dari USD1,18 juta.
Rugi kotor USD145,99 ribu, berbalik dari laba USD569,56 ribu. Beban umum dan administrasi USD9,48 juta, makin tebal dari USD1,02 juta. Rugi usaha USD9,63 juta, bengkak dari USD449,79 ribu. Pendapatan keuangan USD1,2 juta, melonjak dari USD687,94 ribu. Beban keuangan USD14,72 juta, susut dari USD20,67 juta.
Jumlah ekuitas USD380,93 juta, melonjak dari akhir 2024 senilai USD273,03 juta. Akumulasi rugi USD61,49 juta, bengkak dari USD34 juta. Total liabbilitas USD359,7 juta, melonjak dari akhir tahun sebbelumnya USD256,68 juta. Jumlah aset USD740,63 juta, melesat dari USD529,72 juta.
Related News
DOID Izin Buyback USD6 Juta, Garansi Free Float Tetap Jumbo
Sayap Patah GIAA, Terkubur Defisit, dan Lupa Cara Bagi Dividen
Ekuitas Jumbo, Free Float Secuil, Grup Djarum SUPR Pamit Go Private
Equity Development Investment (GSMF) Siap Private Placement Rp150M
TGKA Siap Bagikan 70 Persen Laba 2025, Dividend Hunter Auto Merapat?
IHSG Awal Pekan Anjlok 124 Poin, Harga DSSA dan CUAN Tinggal Segini





