Emiten Anthoni Salim (EMTK) Raup Laba Meroket 362 Persen
:
0
Dua krew tengah bercengkrama di ruang studio Elang Mahkota. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Elang Mahkota alias Emtek (EMTK) sepanjang 2025 mencatat laba bersih Rp6,78 triliun. Melangit 361,9 persen dari periode sama tahun sebelumnya hanya Rp1,47 triliun. Dengan demikian, laba per saham dasar emiten teknologi asuhan Anthoni Salim tersebut menjadi Rp111,24 dari Rp24,11.
Pendapatan bersih Rp19,12 triliun, melejit 56,34 persen dari posisi sama tahun sebelumnya Rp12,23 triliun. Beban pokok pendapatan Rp14,06 triliun, bengkak dari fase sama akhir 2024 senilai Rp8,17 triliun. Laba kotor Rp5,05 triliun, mengalami lonjakan dari edisi sama tahun sebelumnya Rp4,06 triliun.
Beban penjualan Rp450,94 miliar, bengkak dari Rp259,48 miliar. Beban umum dan administrasi Rp3,58 triliun, bengkak dari Rp2,92 triliun. Laba penjualan aset tetap Rp8,89 miliar, melesat dari Rp3,28 miliar. Laba selisih kurs Rp305,72 miliar, melonjak dari Rp244,13 miliar. Beban operasi lain-lain Rp129,93 miliar, bengkak dari Rp118,8 miliar.
Laba usaha Rp1,2 triliun, melonjak signifikan dari Rp1 triliun. Pendapatan keuangan Rp991,15 miliar, melejit dari Rp448,2 miliar. Laba atas investasi Rp3,89 triliun, meroket dari Rp1,94 triliun. Pendapatan dividen Rp66,95 miliar, melesat dari Rp16,26 miliar. Biaya keuangan Rp139,78 miliar, bengkak dari Rp105,03 miliar.
Bagian laba dari entitas asosiasi Rp16,95 miliar, meroket dari minus Rp644,11 miliar. Laba atas akuisisi entitas anak Rp3,12 triliun dari nihil. Laba atas penyesuaian perubahan entitas asosiasi Rp339,99 miliar, melesat dari Rp204,42 miliar. Laba tahun berjalan Rp8,88 triliun, menanjak dari Rp1,81 triliun.
Total ekuitas terakumulasi senilai Rp53,39 triliun, mengalami peningkatan dari akhir tahun sebbelumnya Rp39,59 triliun. Jumlah liabilitas Rp7,37 triliun, bengkak dari akhir tahun 2024 sebesar Rp6,43 triliun. Total aset Rp60,77 triliun, mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya Rp46,02 triliun. (*)
Related News
Investasi Pribadi Presdir Rudy di Saham ASII, Belanjakan Rp20,2 Miliar
Kawasan Industri Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis Infrastruktur CDIA
Lepas Saham MPRO Senilai Rp474M, Taipan Ini Masih Kuasai 10,46 Persen
Dalam 13 Bulan Terus Lepas Saham, Bobby Gafur Tetap Pengendali OASA
UNTR Bagi Dividen Interim Rp430 per Helai, Pantau Jadwal Cum Dividen
DADA Beri Santunan Dividen, Total Rp2 Miliar, Per Helai Berapa?





