Emiten Bank Harry Tanoe Minta Restu Aksi Korporasi Ini di RUPS 22 Juni
:
0
Logo MNC Bank bertengger di gedung MNC Tower, Kebon Sirih, Jakarta. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP) mengungkapkan rencana aksi korporasi berupa Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement dengan menerbitkan saham sebanyak 4.445.899.735 atau setara 10% dari total modal disetor.
Dalam keterbukaan informasi, manajemen BABP menerangkan bahwa tujuan private placement untuk penguatan struktur permodalan dan meningkatkan likuiditas perdagangan saham. Selain itu, nantinya seluruh dana yang diperoleh akan digunakan untuk pemberian kredit.
Kendati demikian, rencana baru akan dieksekusi jika memperoleh restu Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan digelar 22 Juni 2026.
Dan jika akhirnya disetujui, maka perseroan memiliki waktu 2 tahun sejak persetujuan RUPSLB untuk melaksanakan aksi korporasi berupa private placement tersebut hingga 22 Juni 2028.
Manajemen emiten perbankan milik bos besar MNC Group, Hary Tanoesoedibjo itu juga menjelaskan, dengan adanya aksi private placement, para pemegang saham akan mengalami penurunan persentase kepemilikan saham secara proporsional maksimal sebesar 9,09%.
Adapun harga pelaksanaan private placement sekurang-kurangnya 90% dari rata-rata harga penutupan selama 25 hari bursa berturut-turut sebelum tanggal permohonan pencatatan di Bursa.
Dampak lainnya yakni, modal ekuitas diperkirakan meningkat dari Rp3,75 triliun menjadi kisaran Rp3,97 triliun. Dengan rasio KPMM (CAR) meningkat dari 24,66% menjadi 25,82%.
Pada perdagangan Rabu (13/5), saham BABP ditutup di level Rp50,00. Angka ini jika dilihat secara year to date telah mengalami pelemahan 13,79% atau turun 8 poin.
Related News
Pemprov DKI Panen Dividen Rp38 Miliar dari Produsen Bir Anker (DLTA)
Indofood (INDF) Bayar Dividen 29 Juli, Ini Pesan Penting Anthoni Salim
Catat! Ini Jadwal Penting Dividen Salim Ivomas (SIMP) Rp403M
BLES Bagi Dividen Rp16,80 Miliar, Bos Ungkap Proyeksi Tahun Ini
Beralih ke Sektor Energi Hijau, FUTR Ungkap Rencana Bisnis
Jaga Kinerja Positif, KAEF Perkuat Produk High Margin dan Efisiensi





