EmitenNews.com - PT Wijaya Karya Beton Tbk (WIKA Beton) mengumumkan pembagian dividen bagi para pemegang saham sebesar Rp4,00 miliar atau senilai Rp0,46 per saham.

Jumlah dividen tunai itu diambil dari 10 persen laba bersih WIKA Beton (WTON) yang berakhir pada 31 Desember 2025 sebesar Rp40,01 miliar. Adapun 90 persen dari laba bersih atau senilai Rp36,01 miliar akan ditetapkan sebagai cadangan lainnya.

Keputusan pembagian dividen tunai disetujui melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun buku 2025, Rabu (13/5). Agenda tahunan itu dihadiri sebanyak 6.089.412.222 saham atau mewakili 69,87% dari 8.715.466.600 saham yang telah dikeluarkan Perusahaan.

Selain menetapkan dividen tunai, WTON juga menyetujui susunan manajemen perseroang yang baru, yakni sebagai berikut;

Dewan Komisaris:

  1. Wilan Oktavian sebagai Komisaris Utama;
  2. Andrianto sebagai Komisaris;
  3. Indriani Widiastuti sebagai Komisaris;
  4. Noor Aljanna Fitri Gayo sebagai Komisaris Independen.

Direksi:

  1. Kuntjara sebagai  Direktur Utama;
  2. Rija Judaswara sebagai Direktur Pemasaran dan Pengembangan;
  3. Syailendra Ogan sebagai Direktur Keuangan, Human Capital, dan Manajemen Risiko;
  4. Verly Widiantoro sebagai Direktur Teknik dan Produksi

Untuk diketahui, sepanjang tahun 2025, WIKA Beton mampu menunjukkan resiliensi dengan membukukan kinerja positif di tengah situasi sektor konstruksi yang menantang. Hal ini tercermin dari raihan omzet penjualan sebesar Rp3,59 triliun, total kontrak baru senilai Rp4,01 triliun, dan laba diatribusikan sebesar Rp40,02 miliar.

Berbekal strategi transformasi yang solid dan praktik ESG di setiap lini operasionalnya, WIKA Beton optimis untuk terus berinovasi dan memberikan solusi infrastruktur terdepan yang berkelanjutan.

“Perusahaan menempatkan penciptaan nilai sebagai landasan utama untuk memberikan manfaat maksimal bagi para pemangku kepentingan. Sebagai bagian dari ekosistem BUMN dan Danantara, WIKA Beton berkomitmen penuh untuk mewujudkan visi pembangunan Indonesia yang lebih maju dan terintegrasi,” tulis manajemen dalam keterangan tertulis.

Pada perdagangan Rabu (13/5), saham WTON terkoreksi 2,25 persen atau turun 2 poin ke level Rp87,00.