Emiten Grup Bakrie (UNSP) Resmi Private Placement 14,5 Miliar Saham
:
0
Potret manajemen Bakrie Sumatera Plantations Tbk. (UNSP) dalam agenda RUPS. Foto: UNSP.
EmitenNews.com - Bakrie Sumatera Plantations Tbk. (UNSP) menyetujui rencana konversi utang menjadi saham baru melalui skema Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau Private Placement.
Persetujuan itu diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 3 Juli 2026. Berdasarkan keterbukaan informasi, RUPSLB dihadiri pemegang saham 54,17% dengan hak suara sah atau setara 1.354.528.958 saham. Seluruh peserta rapat menyetujui secara bulat alias 100% agenda yang diajukan.
Corporate Secretary UNSP, Aditya Indrajati, mengatakan perseroan akan menerbitkan 14.505.112.734 saham baru Seri B dengan nilai nominal Rp100 per saham. Saham tersebut dialokasikan kepada kreditur sebagai penyelesaian kewajiban utang.
"Persetujuan atas rencana perseroan melakukan PMTHMETD ini dilakukan dalam rangka perbaikan posisi keuangan perseroan sesuai dengan ketentuan POJK yang berlaku," tulis Aditya.
Perseroan akan mengonversi utang kepada Poseidon, Pacific Harbor Advisors, para pemegang surat utang berdasar Trust Deed, Bakrie Capital Indonesia, Indo Alam Resources, Biofuel Indo Sumatra (BIS), dan Danatama menjadi saham baru seri B maksimal 14,5 miliar lembar saham.
Selain konversi utang, RUPSLB juga menyetujui perubahan Pasal 4 ayat (2) dan (3) Anggaran Dasar terkait peningkatan modal ditempatkan dan disetor. Usai aksi korporasi ini, modal ditempatkan dan disetor UNSP naik menjadi Rp2.935.369.932.000 atau Rp2,9 triliun.
RUPSLB juga mendelegasikan wewenang kepada Dewan Komisaris dan Direksi untuk mengeksekusi peningkatan modal dan mengurus administrasi hukum ke Kementerian Hukum.
Upaya private placement dari emiten grup Bakrie ini merupakan bagian dari strategi UNSP untuk memperkuat struktur permodalan dan memperbaiki rasio keuangan perseroan.
Adapun, sebagai informasi saham UNSP terpantau tengah disuspensi Bursa Efek Indonesia akibat ekuitasnya yang minus alias negatif. Sahamnya tersuspensi sejak 1 Juli 2026 di Rp206 per saham.
Related News
IPO Perdana Bulan Juli, JECX dan JELI Masuk Konstituen ISSI
Charnic Capital Borong 28,6 Juta Saham FUJI, Kepemilikan Melonjak
Akuisisi Laxo Global, WINR Bidik Recurring Income dari Bisnis Internet
Grup Emtek (JECX) Bidik Revenue Rp1 Triliun & Laba Bersih Rp320 Miliar
Rights Issue Dongkrak Ekuitas, Saham SINI Kembali Diperdagangkan
IHSG Menjulang Kembali di Tengah Hari, Nyaris ke 6.000





