EmitenNews.com - Emiten Harry Tanoe, PT MNC Asia Holding Tbk (BHIT) mengemas laba Rp91,56 miliar di semester I 2026, anjlok 52,53 persen dari Rp192,87 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Pendapatan bersih BHIT pun tercatat menurun 8,02 persen dari Rp7,61 triliun menjadi Rp7,00 triliun pada semester I 2026. Lini usaha media mencatatkan penurunan 12,50 persen dari Rp4,88 triliun menjadi Rp4,27 triliun.

Dengan demikian, laba per saham pun ikut rontok 51,38 persen menjadi Rp1,10 per saham dari Rp2,31 per saham.

Sementara dari sisi neraca, BHIT membukukan Rp71,50 triilun di semester I 2026, merosot 3,02 persen dibandingkan tahun lalu sebesar Rp73,73 triliun. Jumlah aset lancar tercatat sebesar Rp28,08 triliun, sedangkan jumlah aset tidak lancar sebesar Rp43,41 triliun.

Adapun jumlah liabilitas tercatat Rp32,57 triliun turun 2,22 persen dibanding tahun lalu sebesar Rp33,31 triliun. Begitu pun dengan ekuitas, tercatat Rp38,93 triliun menurun 3,66 persen  dibanding tahun lalu sebesar Rp40,41 triliun.

Hingga akhir semester I 2026, kas dan setara kas akhir periode BHIT tercatat Rp2,70 triliun, susut 29,13 persen dari kas dan setara kas awal periode di posisi Rp3,81 triliun.

Pada perdagangan Jumat (31/7/2026), saham BHIT melejit 4 persen atau naik 1 poin ke level Rp26. Namun, jika ditilik secara year to date saham BHIT terus susuri zona merah dengan melemah 33,33 persen atau turun 13 poin.