EmitenNews.com - PT Global Mediacom Tbk. (BMTR) emiten milik konglomerat Hary Tanoesoedibjo mengumumkan rencana penawaran umum berkelanjutan tahap II tahun 2026 berupa Obligasi Berkelanjutan V dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan V dengan target dana Rp800 miliar.

Melalui aksi korporasi ini, Perseroan membidik penghimpunan dana Rp500 miliar untuk pokok obligasi dan Rp300 miliar untuk sisa imbalan sukuk ijarah. Penerbitan ini ialah bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) V dengan total target Rp1,75 triliun untuk obligasi dan Rp1,25 triliun untuk sukuk ijarah. Sebelumnya, Perseroan telah menuntaskan tahap I pada tahun 2025.

Obligasi dan sukuk ijarah tahap II ini ditawarkan dalam tiga seri: Seri A tenor 3 tahun, Seri B tenor 5 tahun, dan Seri C tenor 7 tahun. Untuk obligasi, tingkat bunga tetap yang ditawarkan berkisar antara 7,03 persen hingga 7,50 persen per tahun. Cicilan imbalan sukuk ijarah akan dibayarkan setiap triwulan, dimulai pada September 2026.

Efek utang ini mendapatkan penanggungan penuh dari Credit Guarantee and Investment Facility (CGIF), lembaga dana perwalian Asian Development Bank (ADB). Berkat penjaminan tersebut, PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menyematkan peringkat idAAA(cg) (Triple A; Corporate Guarantee) untuk obligasi dan peringkat idAAA(cg)(sy) untuk sukuk ijarah.

Berdasarkan jadwal, masa penawaran umum akan berlangsung pada 25 hingga 29 Mei 2026. Perseroan menargetkan distribusi secara elektronik atau tanggal emisi pada 4 Juni 2026, dilanjutkan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 5 Juni 2026.

Dalam aksi ini, Perseroan menunjuk PT MNC Sekuritas, PT Bahana Sekuritas, PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia, dan PT Mandiri Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Bertindak sebagai wali amanat adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.(*)