Emiten Milik Hapsoro (RAJA) Perluas Portofolio Bisnis
:
0
Manajemen RAJA ketika menggelar paparan kinerja.
EmitenNews.com - PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) resmi mendirikan anak perusahaan baru bernama PT Banawa Rezeki Optima (BRO), sebagai bagian dari strategi ekspansi usaha.
Corporate Secretary RAJA, Yuni Pattinasarani, mengungkapkan bahwa entitas baru tersebut dengan porsi kepemilikan saham sebesar 99,99% atau setara Rp57,749 miliar. BRO didirikan berdasarkan Akta Pendirian Nomor 17 tanggal 30 Oktober 2025 dan telah memperoleh pengesahan dari Kementerian Hukum dan HAM pada 12 November 2025.
“BRO akan beroperasi di bidang aktivitas konsultasi manajemen, aktivitas perusahaan holding, serta bisnis angkutan laut luar negeri dan dalam negeri. Langkah ini merupakan keputusan strategis untuk memperkuat posisi RAJA dan membuka peluang ekspansi ke sektor yang lebih luas,” ujarnya.
Manajemen menilai pendirian BRO belum berdampak material terhadap kondisi keuangan perseroan saat ini. Namun RAJA optimistis keberadaan BRO akan memberikan kontribusi positif terhadap kinerja dan perluasan usaha di masa mendatang.
“Pembentukan entitas baru ini sejalan dengan strategi jangka panjang perseroan dalam memperluas portofolio bisnis dan meningkatkan nilai bagi pemegang saham,” tambah Yuni.
Pada perdagangan Selasa (18/11), saham RAJA turun 0,43 persen ke level Rp4.670 per saham. Dalam sebulan terakhir naik 4 persen dari harga Rp4.500 pada 20 Oktober 2025.
Dalam 6 Bulan naik 116 persen dari harga Rp6.150 pada 21 Mei 2025. Secara tahunan (YTD) naik 65 persen dari harga Rp2.860 pada awal Januari 2025.
Sebagai informasi PT Rukun Raharja Tbk, bergerak di bidang energi terintegrasi dari hulu ke hilir, dengan fokus utama pada infrastruktur gas, perdagangan gas, pembangkit listrik, dan bisnis energi hulu.
Related News
Cum Date AALI Sudah Dekat, Sisa Dividen Rp335/Saham Cair 13 Mei
ADRO Tebar Dividen 99,96 Persen Laba 2025, Setara USD447,5 Juta
BBNI Ketok Harga AT1 USD700 Juta, Distribution Rate 7,15 Persen
Diskon Brutal, Investor Ini Serok Jutaan Saham STTP Rp14,54 Miliar
Sudahi 2025, Penjualan Loyo, Laba KOKA Drop 408 Persen
Harga Merangkak, Bos BULL Serap 26,7 Juta Lembar Rp11,55 Miliar





