Emiten Poles Lapkeu, Forum Akuntan Investigator (IAPI) Pertanyakan Manajemen Anti Fraud
:
0
EmitenNews.com -Beberapa kasus laporan palsu (fraud) keuangan perusahaan Tbk seperti yang pernah terjadi pada PT Waskita Karya (Persero) (WSKT), PT Wijaya Karya (Persero) (WIKA) dan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) menjadi perhatian dari Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI). Fraud laporan keuangan (lapkeu) emiten BUMN ini seharusnya tidak perlu terjadi karena akan berpengaruh besar terhadap sentimen investor.
Ketua Forum Akuntan Investigator Indonesia (FAIr) IAPI , Irwanto mengatakan pemalsuan laporan keuangan yang terjadi di badan usaha atau perusahaan bisa terjadi karena tidak berjalannya fungsi manajemen Anti Fraud yang ada di perusahaan tersebut. Akibatnya ini akan membuka kesempatan bagi oknum di dalam perusahaan melakukan kecurangan dengan memanipulasi aliran dana yang keluar dan masuk dalam periode tertentu.
Menurutnya sistem pengawasan internal di dalam perusahaan yang bermasalah dalam laporan keuangan juga menjadi salah satu ciri dari tidak pernah dilakukannya evaluasi secara berkala. Kasus yang pernah terjadi di WSKT, WIKA dan GIAA dinilai sebagai salah satu dampak dari tidak berjalannya anti fraud dan pengendalian internal.
"Setiap BUMN apalagi sudah Tbk pasti ada bagian anti fraud, nah persoalannya pernah tidak anti fraud itu dievaluasi apakah itu berjalan atau tidak. Jangan - jangan hanya ditaruh saja tapi tidak pernah dievaluasi," ujar Irwanto usai menghadiri pelantikan pengurus FAIr di Jakarta, Kamis (5/10).
Dijelaskan kecurangan dan pemalsuan laporan keuangan pada badan usaha akan terjadi ketika ada beberapa pihak di dalam perusahaan yang bersepakat melakukan penyimpangan. Oleh sebab itu diperlukan pihak independen atau auditor dari luar perusahaan untuk menilai suatu laporan keuangan apakah wajar atau tidak.
Related News
Usai Pertemuan Purbaya-BGN, Anggaran MBG Dipangkas Signifikan
Bongkar Kasus Judol Lintas Negara, Bareskrim Tetapkan 287 Tersangka
KPK Dalami Setoran dari Bali dalam Kasus Korupsi Izin Tinggal WNA
Ratusan UMKM Naik Kelas, Rumah BUMN Rembang Catat Transaksi Rp6,9M
Dalam Lima Bulan Ada 23.470 Pekerja Kena PHK, Terbanyak Jabar
Ada John Lennon dalam Kasus Suap Ketua Ombudsman RI 2026





