Emiten Prajogo (CUAN) Ungkap Hasil Eksplorasi Emas PT Intam di NTB
Aktivitas pertambangan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN). Foto: Istimewa.
EmitenNews.com - PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), emiten pertambangan konglomerasi dari Prajogo Pangestu, mengungkapkan progres terbaru eksplorasi tambang emas yang dilakukan sepanjang Januari 2026 di wilayah Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Kegiatan eksplorasi tersebut dijalankan oleh anak usaha yang sempat ramai diperbincangkan akan melantai ke Bursa Efek Indonesia itu yakni, PT Intam Eksplorasi, yang mencakup eksplorasi tambang emas di area Ledang, Lebin, dan Lantung. Untuk mendukung aktivitas tersebut, CUAN telah mengalokasikan dana eksplorasi sebesar Rp6,68 miliar.
PT Intam sendiri merupakan pengelola tambang emas dari Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) yang saat ini masih berstatus dalam Pengembangan. Intam memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP) seluas 18,500 Ha di area konsesi Lantung, Ropang, dan Lenangguar, di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.
Direktur Utama CUAN, Michael dalam keterangan tertulisnya yang dikutip Minggu (11/1) menyampaikan bahwa eksplorasi dilakukan secara terintegrasi oleh tim geologi internal dengan melibatkan sejumlah mitra teknis.
Pengeboran inti dilaksanakan oleh PT Geo Inti Sinergy, survei topografi berbasis drone lidar oleh PT Rifaya Geo Teknologi, serta penyusunan rona awal lingkungan oleh konsultan PT Unitest Presisi Indonesia.
Program eksplorasi meliputi pemetaan geologi, diamond core drilling, survei topografi, hingga pengumpulan data awal lingkungan untuk memetakan kondisi air, tanah, udara, flora, fauna, serta aspek sosial budaya sebelum aktivitas pertambangan ditingkatkan.
Hasil pemetaan geologi di Prospek Lebin pada area sekitar 5 km x 12 km mengidentifikasi zona silika-kuarsa breksi setebal 16 meter, dengan kandungan emas mencapai 1,27 ppm, perak 1,9 ppm, tembaga 15,8 ppm, timbal 2,7 ppm, dan zinc 7,5 ppm.
Sementara itu, pengeboran inti di Prospek Batururu dan North Batururu telah mencapai 11 titik bor dengan total kedalaman 1.732,43 meter. Salah satu titik bor di Batururu menemukan alterasi silika-kuarsa dengan indikasi mineralisasi sulfida. Di North Batururu, hasil trenching mencatat kadar emas hingga 1,6 ppm pada ketebalan 4,5 meter.
Perseroan juga mengungkapkan temuan zona mineralisasi tambahan pada titik bor LDDH_ND_015 sepanjang 8,55 meter, yang memperlihatkan breksi kuarsa dengan kandungan sulfida terdiseminasi.
Adapun, hasil eksplorasi ini akan menjadi acuan penentuan tahap lanjutan, termasuk evaluasi target pengeboran berikutnya serta pengembangan potensi sumber daya mineral di wilayah NTB.
Related News
650,8 Juta Saham IBST Dimiliki 424 Investor, Free Float Hampir Nol
Free Float Tetap, Jumlah Investor BRMS Susut 22.887 Pada Desember 2025
Pengendali BYAN, Low Tuck Kwong Rogoh Rp3,6 M Cicil Saham Harga Bawah!
Aksi MESOP II Digelar, 5 Petinggi SOLA Baru Akumulasi 1,54 Juta Saham
Telisik! Entitas PPRE Agunkan Aset Rp1,46T Untuk Kredit Jumbo Dari BRI
Aksi Beli Digeber Komisaris ULTJ, Raup Cuan Rp11,7 Miliar





