EmitenNews.com - PT Bumi Benowo Sukses Sejahtera Tbk membukukan pendapatan sebesar Rp303,34 juta per 30 Juni 2026, tergerus 11,36% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp342,22 juta.

Seiring turunnya top line, laba bruto perseroan ikut terkoreksi 9,83% YoY menjadi Rp265,00 juta, meski beban pokok penjualan berhasil ditekan menjadi Rp38,33 juta.

Di sisi operasional, emiten yang bergerak di bidang real estate itu berhasil memangkas beban umum dan administrasi menjadi Rp856,81 juta, turun 14,80% dari sebelumnya Rp1,01 miliar.

Kendati telah melakukan efisiensi operasional, perseroan masih mencatatkan rugi periode berjalan sebesar Rp626,91 juta, membengkak tipis dari rugi sebesar Rp622,60 juta pada Semester I-2025. Dengan demikian, rugi bersih per saham bertahan di level Rp0,13.

Dari sisi neraca, total aset BBSS per 30 Juni 2026 tercatat sebesar Rp248,94 miliar, turun 0,31% dibandingkan posisi per 31 Desember 2025 sebesar Rp249,71 miliar. Total aset tersebut terdiri atas aset lancar sebesar Rp84,60 miliar dan aset tidak lancar sebesar Rp164,34 miliar.

Total liabilitas juga mengalami penurunan menjadi Rp3,47 miliar, atau turun 4,14% dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp3,62 miliar. Sementara itu, total ekuitas tercatat sebesar Rp245,47 miliar, turun 0,25% dari Rp246,09 miliar pada 31 Desember 2025.

Sementara dari sisi arus kas, BBSS membukukan arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi sebesar Rp710,43 juta per 30 Juni 2026, membengkak dari defisit Rp625,37 juta pada periode sama tahun lalu. Pembengkakan ini seiring dengan anjloknya penerimaan kas dari pelanggan menjadi Rp240,00 juta atau turun 42,76% YoY.

Di lini investasi, perseroan mengantongi kas bersih Rp675,00 juta yang seluruhnya bersumber dari penerimaan piutang lain-lain dari pihak berelasi.

Aktivitas pendanaan perseroan tercatat nihil tanpa adanya penarikan maupun pembayaran utang sepanjang enam bulan pertama tahun 2026.

Secara keseluruhan, perseroan mengalami penurunan bersih kas sebesar Rp35,43 juta. Meski demikian, posisi kas dan setara kas akhir periode masih terjaga di level Rp547,36 juta, lebih tinggi dibandingkan posisi Juni 2025 yang sebesar Rp415,29 juta.