GOTO ARB Day-1 Dibanjiri 1 Miliar Lot Jual, Morgan Stanley Juga Jualan
:
0
Potret gedung PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) disertai papan billboard iklan gojek. Foto: EmitenNews.
EmitenNews.com - Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) langsung menyentuh Auto Rejection Bawah (ARB) di hari pertama penghapusan batas minimum Rp50, Senin (28/9/2026).
Pantauan di layar perdagangan, GOTO anjlok 14% ke level Rp43 dari pembukaan sebelumnya di Rp50. Antrean jual di harga Rp43 menumpuk hingga 103.583.225.300 lembar saham atau setara 1,03 miliar lot, sementara kolom bid beli kosong melompong.
Morgan Stanley Terpantau Divestasi
Tekanan ini juga bersamaan dengan aksi jualan alias divestasi pemegang saham besar. Morgan Stanley And Co International Plc terpantau mengurangi kepemilikan di GOTO melalui penjualan di pasar negosiasi sebanyak 450 juta saham.
Berdasarkan keterbukaan pada 28 September 2026, transaksi divestasi itu dilakukan pada 23 September 2026 dengan harga Rp27 per saham. Nilai transaksinya sekitar Rp12,15 miliar.
Ringkasan transaksi GOTO menyebut, “Transaksi tersebut dilakukan dengan tujuan investasi dan melalui kepemilikan saham secara langsung."
Setelah transaksi, jumlah saham GOTO yang dikuasai Morgan Stanley turun dari 80,86 miliar menjadi 80,41 miliar saham. Persentase kepemilikan menyusut dari 7,0233% menjadi 6,9842%.
Sebelumnya, GOTO juga sempat tertekan ke floor price Rp50 pada 5 Mei 2026 di tengah sentimen aturan baru ojek online dan wacana pembatasan komisi aplikator 8%.
Kini setelah aturan gocap dicabut BEI, GOTO diungkap BEI menjadi salah satu dari 69 saham yang diperdagangkan di bawah Rp50 dan mulai mencari harga keseimbangan baru.
Related News
Batas Harga Rp1 Belum Berlaku, Morgan Stanley Jual 450 Juta Saham GOTO
Rencana EPAC di 3 November Nanti, Minta Restu Rights Issue & Buyback
Maybank Buka Jalur Halal ASEAN, Hubungkan Indonesia-Singapura-Malaysia
Muncul Aksi Nego Saham KETR Rp520 Miliar, Akuisisi Grup Sinarmas?
DGWG Bidik Laba Rp251 Miliar di 2026, Ada Pembagian Dividen?
Kontrak ELPI Tembus Rp837,22 Miliar hingga Akhir September 2026





