Emiten TP Rachmat (ASLC) Buka Suara Soal Rumor Aksi Korporasi
Salah satu cabang Caroline milik usaha ASLC. Foto: Istimewa.
EmitenNews.com - Emiten perdagangan mobil bekas, PT Autopedia Sukses Lestari Tbk. (ASLC) angkat bicara terkait isu merger dan akuisisi (M&A) yang sempat mengemuka di pasar sejak kuartal III 2025 lalu.
Direktur ASLC, Armeza Farhansyah Umar, saat ditemui di JBA Jakarta Raya, Selasa (27/1) angkat bicara terkait hal ini, hingga saat ini perseroan belum mengetahui adanya rencana akuisisi, termasuk kabar yang menyebut keterlibatan perusahaan asal Jepang dengan skema harga premium.
“Kalau dari sisi kami, kami tidak tahu ada rencana. Pokoknya semua yang kami tahu itu sudah kami laporkan di keterbukaan informasi,” ujar Armeza.
Ia menambahkan, apabila terdapat rencana tertentu dari pihak pemegang saham, hal tersebut berada di luar kewenangan manajemen operasional.
“Tapi kalau misalnya dari pihak pemegang saham, mereka mau melakukan sesuatu, ya, itu haknya mereka,” kata Armeza.
Armeza juga mengatakan bahwa hingga kini tidak ada informasi tambahan yang belum disampaikan kepada regulator maupun publik. Menurut dia, setiap dinamika yang sempat menimbulkan gejolak pasar pada tahun lalu telah diklarifikasi kepada otoritas.
“Sampai saat ini kami belum ada informasi tambahan mengenai hal-hal seperti itu. Jadi semua yang kami tahu itu sudah kami laporkan. Karena pada saat ada sesuatu yang membuat gejolak di pasar kemarin, tahun lalu, ya kami juga ditanya oleh pihak OJK,” ungkap Armeza.
Meski demikian, manajemen tidak sepenuhnya menutup peluang aksi korporasi ke depan. Armeza menyebut posisi kas perseroan yang masih tebal membuka ruang bagi ekspansi, meskipun belum ada keputusan konkret.
“Ke depan sih mungkin belum ada sesuatu yang bersifat pasti, tapi juga kami tidak menutup kemungkinan untuk aksi korporasi. Karena melihat dari sisi jumlah cash kami yang cukup banyak, ya kami juga pasti punya rencana buat berkembang,” ujar Armeza.
Terkait kebijakan dividen, Armeza mengatakan pembahasan masih berlangsung dan belum dapat dipastikan dalam waktu dekat.
“Nah dividend masih sedang dibicarakan, saya belum bisa kasih kepastian sekarang. Nah itu juga masih dibicarakan, Pak. Jadi belum ada sesuatu yang pasti, yang konkret, yang saya bisa sampaikan dulu,” jelasnya.
Ia menambahkan, manajemen masih merumuskan strategi bisnis untuk tahun berjalan, mengingat posisi saat ini masih di awal tahun. Namun, ekspansi organik tetap masuk dalam agenda perseroan.
“Karena ini masih awal tahun, jadi strateginya kita masih rumuskan segala macam bentuknya seperti apa dalam setahun ke depan. Tapi tidak menutup kemungkinan ada aksi korporasi. Pembukaan cabang baru sih memang ada target seperti dua atau tiga cabang baru,” tutup Armeza.
Related News
Rizki Indrakusuma Jual Saham ARCI Harga Premium, Raup Rp26,77 Miliar
ASLC Andalkan Lelang dan Ritel, Kejar Pertumbuhan Dua Digit di 2026
Sukses Uji Laik dan Raih Lisensi, Entitas WIFI Siap Luncurkan IRA
Capai Rp57,5 Triliun, Laju Pertumbuhan Laba BCA Makin Melambat
MLBI Akuisisi 99,9 Persen Saham KDS, Segini Nilai Transaksinya
Alasan Analis Samuel Pasang Target Harga Saham RLCO Tembus Rp80.000





